Faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja Islami


Menurut Yousef (2000), faktor -faktor yang memepengaruhi etos kerja
meliputi kerja keras, komitmen dan dedikasi terhadap pekerjaan, kreativitas
selama bekerja, kerja sama serta persaingan di tempet kerja, ketepatan waktu
dalam bekerja, keadilan, dan kedermawanan di tempat kerja.
Etos kerja sebagai bagian dari faktor internal manusia dapat
dipengaruihi oleh beragam faktor eksternalnya. Dalam ranah organisasional,
etos kerja dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi, fasilitas kerja,
perencanaan karir, sistem penggajian, kepemimpinan, dan lainnya
(Presetyanto, 2014). Sejalan dengan itu Anoraga (1992:52) mengatakan bahwa
faktor yang menimbulkan adanya etos kerja meliputi agama/religius, budaya,
motivasi, kondisi lingkungan, social politik, struktur ekonomi dan pendidikan.

  1. Agama
    Pada dasarnya agama adalah sistem nilai yang dapat
    mempengaruhi gaya hidup orang yang meyakininya. Secara tidak
    langsung, etos kerja yang rendah dipengaruhi oleh kualitas
    keagamaan dan pemahaman nilai budaya yang rendah.
  2. Budaya
    Budaya merupakan pengalaman dan peristiwa dari masa lalu.
    Budaya sebagai karakteristik masyarakat mempengaruhi timbal
    balik manusia terhadap lingkungan dan dapat menentukan identitas
    suatu kelompok.
  3. Disiplin kerja
    Etos kerja yang tinggi dapat tercipta dari disiplin kerja yang
    tinggi. Pribadi yang disiplin dapat mengendalikan diri dari perilaku
    yang menyimpang. Selain itu ia akan berhati-hati dan penuh
    tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
  4. Lingkungan
    Faktor geografis dapat mempengaruhi etos kerja. Lingkungan
    dan alam yang mendukung dapat mempengaruhi penghuninya
    berusaha untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya agar
    terwujud kehidupan yang sentosa.
  5. Motivasi
    Individu yang memiliki etos kerja tinggi adalah ia yang memiliki
    motivasi yang tinggi. Etos kerja dilandasi oleh nilai-nilai yang
    menjadikan motivasi dalam bekerja. Motivasi juga dapat berasal
    dari dalam diri yang disebut dengan motivasi intrinsik.