Budaya organisasi adalah pola asumsi dasar bersama yang berisi
seperangkat asumsi, nilai-nilai, norma-norma sebagai sistem keyakinan yang
tumbuh dan berkembang dalam organisasi sebagai pandangan, pedoman,
landasan tingkahlaku bagi anggota-anggotanya agar organisasi mampu
melakukan adaptasi eksternal dan integrasi internal demi keberlangsungan
organisasi tersebut (Schein, 2010:18). Dengan demikian, semakin banyak
anggota yang menerima dan mengamalkan nilai dasar organisasi dan semakin
besar komitmen anggota pada nilai tersebut, maka semakin kuat budaya
organisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, budaya organisasi yang kuat memiliki
pengaruh yang besar terhadap perilaku anggota-anggotanya. Hal ini disebabkan
oleh tingginya nilai kebersamaan yang menghasilkan sebuah iklim internal dan
kendali perilaku yang tinggi hingga terbinanya kekompakan, loyalitas dan
komitmen organisasi. Budaya organisasi mengarahkan karyawan untuk
berperilaku sesuai dengan pedoman organisasi yang dapat mengarahkan pada
perilaku yang baik atau buruk (Nurwati, 2012).
Parashakti (2016) berpendapat bahwa pengaruh budaya dalam suatu
organisasi sangat besar terhadap pembentukan kepribadian anggotanya. Dapat
dikatakan bahwa jika budaya organisasi tidak mendukung pertumbuhan
kreativitas anggotanya, maka berdampak pada hilangnya kreativitas dan
kemungkinan akan susah dimunculkan kembali pada saat mereka diluar
organisasi
