Hatta (2016) mengelompokkan menjadi dua bagian faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap Innovative work behavior, yaitu faktor personal dan
organisasional. Faktor-faktor yang termasuk dalam faktor personal tersebut
adalah orientasi untuk keahlian, minat intrinsik dan kecenderungan untuk
berinovasi. Selain itu, Kamae (2020) menjelaskan bahwa etika sering
dianggap sebagai kualitas pribadi yang penting bagi karyawan yang signifikan
dan mendukung upaya untuk mengembangkan perilaku profesional yang
positif. Standar etika mendorong karyawan untuk menghasilkan dan
berkomunikasi dengan orang lain tentang ide, pilihan, atau peluang baru yang
mungkin berguna dalam menemukan solusi kreatif.
Disisi lain, faktor organisasional yang mempengaruhi Innovative work
behavior termasuk perilaku atasan, leader member exchange dan tipe
pemimpin transformasional, iklim organisasi, budaya organisasi, tantangan
kerja, dukungan untuk inovasi dan otonomi kerja dan ketergantungan
pekerjaan dan tujuan. Identitas organisasi juga dapat diklasifikasikan sebagai
salah satu faktor organisasi yang mempengaruhi perilaku kerja inovatif,
karena persepsi karyawan terhadap identitas organisasi sangat erat kaitannya
dengan karakteristik organisasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Febriani, R. (2019).
Innovative work behavior diperkirakan dapat meningkat seiring dengan
adanya faktor-faktor berikut ini:
- Individual Differences (Kepribadian)
Dalam teori big five personality, keterbukaan terhadap pengalaman
sangat jelas berkaitan dengan perilaku inovatif. Individu yang
memiliki keterbukaan tinggi, maka semakin ia memiliki
kemandirian, keingintahuan intelektual, imajinasi, dan kepekaan
terhadap seni dan karenanya , ia cenderung untuk menghindar dari
pengalaman dan pengaplikasian perubahan baru dalam kerjanya.
Individu yang memiliki keterbukaan yang tinggi akan cenderung
terlibat dalam pemikiran yang berbeda. - Motivasi
Motivasi intrinsik mengacu pada motivasi yang berasal dari
partisipasi individu dalam tugas, sementara motivasi ekstrinsik
mengacu pada motivasi yang berasal dari faktor-faktor di luar
tugas, seperti hadiah atau kompensasi. Individu akan lebih
termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengiriman
saran atau menerapkan proses kerja inovatif jika ia dihargai oleh
organisasinya. - Job Characteristic
Sebagai prediktor inovasi, karakteristik pekerjaan yang paling
sering dipelajari adalah job autonomy, job complexity, role
requirements dan time pressure. Pekerjaan yang lebih kompleks
mungkin membutuhkan lebih banyak inovasi dalam sifat personal
dengan tetap fokus pada pekerjaan. Sementara pekerjaan yang
lebih sedikit kebebasan tentang kapan, bagaimana atau dimana
harus menyelesaikan pekerjaan dapat menghalangi kemampuan
karyawan untuk berinovasi - Job Contextual
Faktor kontekstual dapat mempengaruhi hasil inovatif dengan
mempengaruhi motivasi intrinsik karyawan untuk melaksanakan
tugasnya. Di sini, faktor kontekstual berkaitan dengan
pengembangan kreativitas atau inovasi, iklim organisasi yang
positif, sumber daya organisasi, leader member exchange,
dukungan pengawasan dan kepemimpinan transformasional.
