Menurut Apollo dan Cahyadi (2012), terdapat tiga faktor yang menjadi penghambat terjadinya pemberian dukungan sosial kepada seseorang, yaitu:
- Penarikan diri individu dari orang lain, hal ini terjadi karena individu memiliki rasa rendah diri dan ketakutan untuk mendapat kritik dari orang lain. Selain itu, individu juga merasa bahwa orang lain tidak akan menolongnya, sehingga ia berusaha menghindar, mengutuk diri, diam, menjauh, dan tidak meminta bantuan pada orang lain.
- Melawan orang lain, yaitu sikap curiga, tidak peka, tidak timbal balik, dan agresif.
- Tindakan sosial yang tidak pantas, yaitu kegiatan membicarakan dirinya sendiri secara terus-menerus, suka mengganggu orang lain, menggunakan pakaian yang tidak pantas, dan merasa tidak pernah puas.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga faktor yang menghambat individu mendapatkan dukungan sosial, yaitu penarikan diri, melawan orang lain, dan tindakan sosial yang tidak pantas.
Sejalan dengan beberapa hal tersebut, Myers (dalam Hobfoll (1986) Maslilah, 2011[n1] ) menyatakan bahwa dukungan sosial yang diberikan dan diterima oleh individu juga dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni:
- Empati
Faktor empati merujuk pada perasaan individu maupun kelompok yang ikut merasakan kesusahan orang lain dengan tujuan untuk mengantisipasi emosi dan motivasi tingkah laku yang berguna untuk mengurangi kesusahan dan meningkatkan kesejahteraan orang lain.
- Norma-norma dan nilai sosial
Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, individu akan menerima norma-norma dan nila-nilai sosial dari lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari pengalaman sosialnya sebagai individu dan makhluk sosial. Norma-norma dan nilai-nilai sosial yang telah diterima dengan sendirinya akan menjadi arahan bagi individu untuk berperilaku dan memberikan penjelasan akan kewajibannya dalam kehidupan. Untuk mengembangkan kehidupan sosialnya, individu akan dipaksa untuk memberikan pertolongan bagi orang lain sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang diterima.
- Pertukaran sosial
Faktor ini mengarah pada hubungan timbal balik perilaku sosial antara cinta, pelayanan, dan informasi. Pertukaran sosial akan berjalan dengan lancar jika terdapat keseimbangan di dalamnya, sehingga akan menghasilkan kondisi hubungan interpersonal yang sempurna. Pengalaman akan pertukaran sosial ini akan mengarahkan individu untuk percaya bahwa orang lain akan menyediakan pertolongan baginya.
Cohen dan Syme (1985)[n2] mengemukakan bahwa setidaknya terdapat enam faktor yang mempengaruhi efektivitas dukungan sosial seseorang maupun kelompok, yaitu:
- Pemberian dukungan sosial
Dukungan sosial yang diberikan seseorang maupun kelompok pada individu akan lebih diterima dan memiliki arti apabila berasal dari sumber yang sama daripada sumber yang berbeda. Dalam pemberian dukungan, norma, tugas dan keadilan turut mempengaruhi dukungan sosial tersebut.
- Jenis dukungan sosial
Individu akan menerima jenis dukungan yang diberikan dan memaknai dukungan tersebut jika dukungan itu memiliki manfaat dan diberikan tepat pada waktunya. Yang berarti, dukungan tersebut datang pada situasi yang tepat.
- Penerimaan dukungan
Karakteristik dari individu penerima dukungan akan menemukan seberapa bermanfaat dukungan yang diterima. Karakteristik tersebut meliputi kepribadian, kebiasaan, dan peran sosial. Proses yang terjadi dalam dukungan tersebut dipengaruhi oleh kemampuan individu sesuai dengan karakteristiknya menerima dukungan, baik untuk memberi atau mempertahankan dukungan yang ada.
- Permasalahan yang dihadapi.
Dukungan yang sesuai dengan jenis masalah yang sedang dihadapi individu lebih berarti daripada sekedar dukungan yang tidak sesuai dengan permasalahan. Kesesuaian dukungan dan permasalahan menjadi faktor yang mempengaruhi dukungan sosial itu sendiri.
- Waktu pemberian dukungan
Tidak semua dukungan sosial dapat bekerja dengan baik dalam segala situasi. Dukungan tersebut dapat berjalan secara optimal dalam situasi A, namun tidak selalu optimal dalam situasi B. Sehingga dukungan yang diberikan harus berubah. Misalnya ketika seseorang kehilangan pekerjaan, dukungan yang diberikan akan bermakna jika sesuai dengan kondisi permasalahannya. Namun, jika sudah mendapatkan pekerjaan, maka dukungan yang lain yang sesuai dengan keadaannya yang harus diberikan.
- Lamanya pemberian dukungan
Durasi waktu pemberian dukungan kepada individu tergantung pada kapasitasnya. Kapasitas yang dimaksud adalah kemampuan seseorang atau kelompok pemberi dukungan untuk memberikan dukungan dalam waktu yang cukup panjang, misalnya satu periode atau sesuai dengan dukungan yang ditawarkan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial adalah empati, norma-norma dan nilai sosial, dan pertukaran sosial. Disamping itu, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dukungan sosial meliputi: pemberian dukungan sosial, jenis dukungan sosial, penerimaan dukungan, permasalahan yang dihadapi, waktu pemberian dukungan, dan lamanya pemberian dukungan.
