Pandangan Customer Relationship Marketing 

Tunggal (2008) mengemukakan 3 (tiga) pandangan utama mengenai CRM, yaitu sebagai berikut:

  1. CRM Strategis

Yaitu pandangan top-down tentang strategi bisnis paling penting yang mengutamakan konsumen dan bertujuan memikat dan mempertahankan konsumen yang menguntungkan CRM strategis berfokus pada upaya untuk mengembangkan kultur usaha yang berorientasi pada pelanggan atau customer-centric. Dengan kata lain, hal ini ditujukan untuk merebut hati konsumen dan menjaga loyalitas mereka dengan menciptakan serta memberikan  nilai bagi pelanggan yang mengungguli para pesaing. Di dalam CRM strategis, perusahaan dapat membangun strategi perusahaan yang berorientasi pelanggan sehingga dapat memenangkan persaingan. CRM strategis juga merupakan usaha perusahaan dalam mengembangkan sistem manajemen yang akan digunakan oleh perusahaan secara formal dengan mitra kerjanya. CRM strategis ini diharapkan perusahaan dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik dibanding pesaingnya untuk pelanggan.

  • CRM Operasional

Yaitu pandangan CRM yang berfokus pada proyek-proyek otomatisasi misalnya otomatisasi pelayanan, otomatisasi penjualan dan otomotisasi pemasaran. CRM operasional ini lebih berfokus pada otomatisasi cara-cara perusahaan berhubungan dengan pelanggan. Dengan  kata lain, CRM operasional ini adalah cara bagaimana perusahaan berhubungan dengan pelanggan melalui teknologi-teknologi yang ada.

  • CRM Analitis

Yaitu pandangan bottom-up tentang CRM yang berfokus pada kegiatan penggalian data konsumen untuk tujuan-tujuan strategis dan taktis. CRM analitis digunakan untuk mengeksploitasi data konsumen demi meningkatkan nilai mereka dan perusahaan. Sistem ini dikembangkan berdasarkan informasi mengenai konsumen dan data tersebut dapat diperoleh dari pusat-pusat informasi atau bank data yang dimiliki oleh setiap perusahaan yang relevan. Semakin lengkat data yang tersedia, semakin banyak yang dapat dianalisis. Dengan adanya CRM analitis, perusahaan dapat melakukan analisis dan membuat kebijakan untuk mengetahui pelanggan mana yang menguntungkan dan memberikan kontribusi bagi perusahaan. Perusahaan juga dapat menyusun program-program pemasaran yang efektif. Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui kontribusi dan peranan dari tenaga pemasar dalam penjualan tersebut.