Menurut Glimer dalam Sutrisno (2018: 77-78), faktor-faktor berikut mempengaruhi kepuasan kerja:
- Kemungkinan kemajuan. Dalam hal ini, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan
keterampilan selama bekerja. - Keamanan kerja. Faktor ini disebut dukungan kepuasan kerja dan bagi karyawan. Kondisi aman sangat
mempengaruhi emosi karyawan selama bekerja. - Gaji. Lebih banyak melahirkan ketidakpuasan, dan orang jarang mengungkapkan kepuasan mereka dengan
uang yang mereka peroleh - Perusahaan dan manajemen. Perusahaan dan manajemen yang baik dapat menyediakan situasi dan kondisi
kerja yang stabil. Faktor ini menentukan kepuasan kerja karyawan. - Pengawasan dan pengawas. Pengawasan yang buruk dapat menyebabkan absensi dan turnover.
- Faktor internal di tempat kerja.
Atribut yang ada dalam pekerjaan mensyaratkan keterampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggan
akan tugas dapat meningkatkan atau mengurangi kepuasan. - Kondisi kerja.
Termasuk di sini kondisi tempat, ventilasi, penyiaran, kantin, dan tempat parker. - Aspek sosial dalam pekerjaan.
Salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas
dalam kerja.Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alas an untuk
menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami, dan
mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap
kerja. - Fasilitas.
Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat
dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.
