Menentukan ukuran kepuasan kerja melibatkan penggunaan teori yang dapat menjelaskan perilaku
individu terkait kepuasan kerja. Teori-teori ini berguna untuk mengevaluasi perilaku karyawan dalam hal
kepuasan dan ketidakpuasan. Menurut Mangkunegara (2018:120), terdapat enam teori tentang kepuasan
kerja yang meliputi:
- Teori Keseimbangan (Equity Theory)
- Teori Perbedaan (Discrepancy Theory)
- Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Fulfillment Theory)
- Teori Pandangan Kelompok (Social Reference Group Theory)
- Teori Dua Faktor dari Herzberg (Two Factor Theory)
- Teori Pengharapan (Expectancy Theory)
Teori-teori ini memberikan wawasan dan perspektif yang berbeda mengenai kepuasan kerja dan dapat
digunakan sebagai landasan dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan karyawan
dalam lingkungan kerja.
