Adiwantari et al., (2019) Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi memiliki nilai yang sangat penting.
Karyawan merupakan pihak yang berperan dalam mencapai tujuan organisasi. Sebagai makhluk sosial yang memiliki
pikiran, perasaan, dan keinginan yang dapat berubah dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, karyawan memiliki
tugas untuk mencapai prestasi kerja yang diharapkan. Sebaliknya, organisasi juga bertanggung jawab untuk menyediakan
tempat kerja yang aman, nyaman, serta sarana prasarana yang sesuai agar karyawan dapat mencapai tujuan organisasi
dengan baik.
Kepuasan kerja karyawan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kerja. Tingkat kepuasan kerja
karyawan mencerminkan sejauh mana mereka menyukai pekerjaan yang mereka lakukan. Perilaku karyawan terhadap
pekerjaan mereka dapat dilihat dari respons dan reaksi emosional yang ditunjukkan. Kepuasan kerja merupakan hasil dari
berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi karyawan terhadap pekerjaannya.
Organisasi mempertimbangkan banyak hal untuk menjawab pertanyaan mengenai kepuasan kerja karyawan.
Upaya untuk mencapai kepuasan kerja merupakan insentif bagi peningkatan kinerja dan produktivitas dalam
organisasi.Sasongko et al., (2021) Kepuasan kerja pada dasarnya bersifat individual, dengan setiap orang memiliki
tingkat kepuasan yang berbeda berdasarkan nilai-nilai sendiri. Seorang karyawan merasa nyaman dan sangat loyal
terhadap perusahaan ketika mendapatkan kepuasan kerja yang diinginkan. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan
kepuasan kerja karyawan tersebut dibandingkan dengan karyawan lainnya. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional
yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana karyawan mengalami pekerjaannya. Seorang karyawan yang
mencintai pekerjaannya pasti akan memberikan hasil yang terbaik bagi organisasinya. Sebaliknya, jika seorang karyawan
tidak mencintai pekerjaannya, tentu akan menghasilkan hasil yang kurang optimal.
Mangkunegara (2018:117) Kepuasan kerja dapat diartikan sebagai perasaan yang mendukung atau tidak
mendukung seorang karyawan terhadap pekerjaannya atau kondisinya. Keselarasan antara kebutuhan pribadi karyawan
dan tuntutan pekerjaan memainkan peran penting dalam mencapai kepuasan kerja. Menurut Wijono (2018:120), kepuasan
kerja merupakan hasil dari evaluasi karyawan terhadap pengalaman kerja yang positif dan menyenangkan. Dalam
evaluasi ini, karyawan menilai apakah mereka merasa senang atau tidak puas dengan pekerjaannya.
Sutrisno (2019:74) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai sikap karyawan terhadap pekerjaannya, termasuk
situasi kerja, kerjasama dengan rekan kerja, imbalan yang diterima di tempat kerja, serta faktor fisik dan psikologis.
Semakin puas kebutuhan karyawan dalam organisasi, semakin optimal tingkat kinerja dan produktivitas mereka, yang
pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan organisasi.
