Peran Budaya Organisasi


Budaya organisasi atau perusahaan memiliki peran yang sangat penting bagi
organisasi, anggota organisasi, dan mereka yang berhubungan dengan organisasi.
Menurut Wirawan dalam Kaswan (Kaswan, 2018., hal. 166) peran budaya
organisasi adalah sebagai berikut:

  1. Identitas organisasi.
    Budaya organisasi berisi satu set karakteristik yang melukiskan organisasi
    dan membedakannya dengan organisasi yang lain. Budaya organisasi
    menunjukkan identitas organisasi kepada orang di luar organisasi.
  2. Menyatukan organisasi.
    Budaya organisasi merupakan lem normatif yang merekatkan unsur-unsur
    organisasi menjadi satu. Norma, nilai- nilai, dan kode etik budaya organisasi
    menyatukan dan mengkoordinasi anggota organisasi. Ketika akan masuk
    menjadi anggota organisasi, para calon anggota organisasi mempunyai latar
    belakang budaya dan karakteristik yang berbeda. Agar dapat diterima sebagai
    anggota organisasi, mereka wajib menerima dan menerapkan budaya
    organisasi.
  3. Reduksi konflik.
    Budaya organisasi sering dilukiskan sebagai semen atau lem yang
    menyatukan organisasi. Isi budaya mengembangkan kohesi sosial anggota
    organisasi yang mempunyai latar belakang berbeda. Pola pikir, asumsi, dan
    filsafat organisasi yang sama memperkecil perbedaan dan terjadinya konflik di
    antara anggota organisasi.
  4. Komitmen kepada organisasi dan kelompok.
    Budaya organisasi tidak hanya menyatukan, tetapi juga memfasilitasi
    komitmen anggota organisasi pada organisasi dan kelompok kerjanya. Budaya
    organisasi yang kondusif mengembangkan rasa memiliki dan komitmen tinggi
    terhadap organisasi dan kelompok kerjanya.
  5. Reduksi ketidakpastian.
    Budaya organisasi mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan
    kepastian. Budaya organisasi menentukan arah, tujuan yang akan dicapai, dan
    cara mencapainya. Budaya organisasi juga mengembangkan pembelajaran bagi
    anggota baru.
  6. Menciptakan konsistensi.
    Budaya organisasi menciptakan konsistensi berpikir, berperilaku, dan
    merespons lingkungan organisasi. Budaya organisasi memberikan peraturan,
    panduan, prosedur, serta pola beroperasi dan melayani konsumen, atau
    pelanggan organisasi.
  7. Motivasi.
    Budaya organisasi merupakan kekuatan tidak terlihat di belakang faktor-
    faktor organisasi yang terlihat dan dapat diobservasi. Budaya merupakan
    energi sosial yang membuat anggota organisasi untuk bertindak. Budaya
    organisasi memotivasi anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
  8. Kinerja organisasi.
    Budaya organisasi yang kondusif menciptakan, meningkatkan, dan
    mempertahankan kinerja tinggi. Budaya organisasi yang kondusif menciptakan
    kepuasan kerja, etos kerja, dan motivasi kerja karyawan. Semua faktor tersebut
    merupakan indikator kinerja tinggi dari karyawan yang akan menghasilkan
    kinerja organisasi yang juga tinggi.
  9. Keselamatan kerja.
    Budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap keselamatan kerja.
    Berdasarkan penelitian Richard L.Gardner, faktor-faktor penyebab kecelakaan
    industri adalah budaya organisasi perusahaan.
  10. Sumber keunggulan kompetitif.
    Budaya organisasi merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif.
    Budaya organisasi yang kuat mendorong motivasi kerja, konsistensi,
    efektivitas dan efisiensi, serta menurunkan ketidakpastian yang
    memungkinkan kesuksesan organisasi dalam pasar dan persaingan. Organisasi
    yang mapan mempunyai semboyan high ethcis profit dan no pain and no gain