Dalam mengukur variabel budaya organisasi, dimana suatu perusahaan pasti
memiliki suatu budaya perusahaan untuk menjalankan kegiatan pekerjaan. Untuk
itu, budaya tidak hanya tentang visi misi perusahaan saja melainkan terdapat
beberapa dimensi untuk mengukurnya. Maka untuk itu peneliti menggunakan
indikator Budaya Organisasi menurut Robbins (Judge, 2015, hal. 355) sebagai
berikut:
- Inovasi dan pengambilan risiko
Tingkat para pekerja didorong untuk menjadi inovatif dan mengambil
risiko. Indikatornya adalah kreativitas dan Pengambilan risiko - Memperhatikan detail
Tingkat para pekerja diharapkan untuk menunjukkan presisi, analisis, dan
memperhatikan detail. Indikatornya adalah Akurat dan Teliti - Orientasi pada hasil
Tingkat manajemen menitikberatkan pada perolehan atau hasil dan bukan
pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapainya. Indikatornya
adalah Tujuan perusahaan - Orientasi pada orang
Tingkat pengambilan keputusan oleh manajemen dengan
mempertimbangkan efek dari hasil terhadap orang-orang di dalam organisasi.
Indikatornya adalah Pengaruhdan Hasil kerja - Orientasi pada tim
Tingkat aktivitas kerja diorganisir dalam tim daripada individu.
Indikatornya adalah Kerjasama - Keagresifan
Tingkat orang-orang akan menjadi agresif dan kompetitif dan bukannya
santai. Indikatornya adalah Persaingan - Stabilitas
Tingkat aktivitas organisasional menekankan pada mempertahankan
status quo yang kontras dengan pertumbuhan. Indikatornya adalah
Keseimbangan
