Panjaitan (2018:40-43) menjelaskan bahwa terbentuknya budaya berasal dari
asumsi-asumsi dasar yang dianggap penting. Dalam hal organisasi masih relatif kecil
asumsi-asumsi dasar tersebut biasanya bersumber atau melekat pada diri para
pendirinya. Ada beberapa unsur yang berpengaruh terhadap pembentukan budaya
organisasi.
- Lingkungn Usaha
Kelangsungan hidup organisasi ditentukan oleh kemampuan perusahaan
memberi tanggapan yang tepat terhadap peluang dan tantangan lingkungan.
Lingkungan usaha merupakan unsur yang menentukan terhadap apa yang
harus dilakukan perusahaan agar bisa berhasil. Lingkungan usaha
berpengaruh antara lain meliputi produk yang dihasilkan, pesaing,
pelanggan, teknologi, pemasok, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.
Sehubungan dengan itu, perusahaan harus melakukan tindakan-tindakan
untuk mengatasi lingkungan tersebut antara lain seperti kebijakan penjual,
penemuan baru, atau pengelolaan biaya dalam menghadapi realitas pasar
yang berbeda dengan lingkungan usahanya. - Nilai-Nilai
Nilai-niai adalah keyakinan dasar yang dianut oleh sebuah organisasi. Setiap
perusahaan mempunyai nilai-nilai ini sebagai pedoman berpikir dan
bertindak bagi semua warga dalam mencapai tujuan/misi organisasi. Nilainilai inti yang dianut bersama oleh anggota organisasi antar lain dapat berupa
slogan atu moto yang dapat berfungsi sebagai:
a. Jati diri
Slogan atau moto dapat berfungsi sebagai jati diri bagi orang yang
bekerja pada perusahaan, rasa istimewa yang berbeda dengan
perusahaan lainnya.
b. Harapan Konsumen
Slogan dan moto dapat berupa ungkapan padat yang penuh makna bagi
konsumen dan sekaligus merupakan harapan baginya terhadap
perusahaan tersebut seperti kualitas produk, sistem pelayanan yang baik,
dan sebagainya - Pahlawan
Pahlawan adalah tokoh yang dipandang berhasil mewujudkan nilai-nilai
budaya dalam kehidupan nyata. Pahlawan bisa berasal dari pendiri
perusahaan, para manajer, kelompok organisasi atau perorangan yang
berhasil menciptakan nilai-nilai organisasi. Mereka bisa menumbuhkan
idealisme, semangat dan tempat mencari petunjuk bila terjadi
kesulitan/masalah dalam organisasi. Beberapa pahlawan lahir/muncul secara
alami dan ada pula dibuat oleh peristiwa-peristiwa tak terlupakan yang
terjadi dalam kehidupan organisasi sehari-hari. Biasanya pahlawan ini
dikenal baik oleh setiap karyawan walaupun baru beberapa bulan. - Ritual
Ritual adalah deretan berulang dari kegiatan yang mengungkapkan dan
memperkuat nilai-nilai utama organisasi itu, tujuan apakah yang paling
penting, orang-orang manakah yang penting dan mana yang dapat
dikorbankan. Ritual merupakan tempat di mana perusahaan scara simbolis
menghormati pahlawan-pahlawannya. Karyawan yang berhasil memajukan
perusahaan diberikan penghargaan yang dilaksanakan secara ritual setiap
tahunnya. Contoh, seperti karyawan yang tidak pernah absen, pemberi saran
yang membangun, penjual terbanyak, pelayan terbaik, dan sebagainya.
Penghargaan ini tentu adalah satu hal yang merupakan bagian dari apresiasi
perusahaan terhadap karyawan yang memberikan kontribusi positif terhadap
organisasi atau perusahaan. - Jaringan Budaya
Jaringan budaya adalah jaringan komunikasi informasi yang pada dasarnya
merupakan saluran komunikasi primer. Fungsinya menyalurkan informasi
dan memberi interpretasi terhadap informasi. Melalui jaringan informal,
kehebatan perusahaan diceritakan dari waktu ke waktu. Sebagai cara
berkomunikasi informal, jaringan budaya merupakan pembawa nilai-nilai
budaya dan mitologi kepahlawanan. Jaringan komunikasi informal ini dapat
dilakukan melalui orang-orang pandai bercerita, mata-mata, tukang gosip,
dan sebagainya. Mereka melakukan jaringan komunikasi dengan efektif
untuk menyelesaikan sesuatu atau memahami apa yang terjadi dalam
perusahaan.
