Indikator Standar Operasional Prosedur


Menurut (Ajusta & Addin, 2018) ada 7 Indikator SOP yang meliputi efisiensi,
konsisten, minimalisasi kesalahan, penyelesaian masalah, perlindungan tenaga kerja,
peta kerja, dan batasan pertahanan dalam pengimplementasiannya.
a. Efisiensi
Efisiensi diartikan sebagai suatu ketepatan, efisiensi berupa hal hal yang
berhubungan dengan kegiatan atau aktifitas yang diharapkan akan menjadi lebih
tepat dan tidak hanya cepat saja, melainkan sesuai dengan tujuan dan target yang
diinginkan.
b. Konsistensi
Konsistensi dapat diartikan sebagai ketetapan atau hal hal yang tidakberubah
maka dapat dikalkulasi dengan tepat. Keadaan yang konsisten
akanmemudahkan pengukuran untung-rugi, juga regulasi pemasaran
olehkarena itu semua yang terlibat didalamnya sangat membutuhkan dislipin
tinggi.
c. Minimalisasi kesalahan
Minimalisasi kesalahan yaitu dapat menjauhkan segala erorr di segala area
tenaga kerja. SOP menjadi panduan pasti yang membimbing tiap pegawai
menjalankan aktivitas kerjanya secara sistematis.
d. Penyelesaian masalah
SOP juga dapat menjadi penyelesaiaan masalah yang mungkin juga timbul
dalam aktivitas perusahaan atau institusi. Terkadang konflik antar karyawan
sering terjadi. Bahkan, seolah oleh tidak ada penengah yang bisa memecahkan
konflik yang dimaksud. Tetapi, apabila dikembalikan kedalam SOP yang
sebelumnya sudah disusun secara tepat, maka tentu saja kedua belah pihak
harus tunduk pada SOP tersebut.
e. Perlindungan tenaga kerja
Perlindungan tenaga kerja adalah langkah langkah pasti dimana memuat segala
tata cara untuk melindungi tiap tiap sumber daya dari potensi pertanggung
jawaban, dan berbagai persoalan personal. SOP dalam hal ini dimaksud
melindungi hal hal yang berkaitan dengan persoalan pegawai sebagai loyalitas
perusahaan dan pegawai sebagai individu secara personal.