Indikator Kepuasan Mahasiswa


Berikut ini, menurut (Malikhah, 2019) 12 skala aspek indikator-indikator yang
mengukur potensi kepuasan mahasiswa, antara lain :

  1. Academic Advising: Menilai secara komprehensif melalui program bimbingan
    dan konsultasi akademik. Yang mana penasehat akademik perlu ditinjau dengan
    evaluasi yang didasarkan pada pengetahuan, kemampuan, dan perhatian mereka
    secara pribadi untuk kesuksesan mahasiswa, serta pendekatan mereka terhadap
    siswa.
  2. Campus Climate: Menilai dengan meninjau sejauh mana lembaga Pendidikan
    Tinggi memiiki pengalaman dalam upaya mempromosikan kebanggaan, peran
    serta kampus mereka di masyarakat. Skala ini dapat dinilai juga dengan
    keefektifan komunikasi dua arah antara lembaga dan mahasiswa.
  3. Campus Support Services: Dinilai dengan menilai mutu program layanan
    akademik dan dukungan sehingga para mahasiswa dapat menggunakan pedan
    mengeukur ngalaman pendidikan mereka lebih produktif dan bermakna, yang
    mana layanan ini meliputi perpustakaan, laboratorium komputer, tutorial, dan
    ruang belajar yang digunakan oleh mahasiswa di luar kelas.
  4. Concern for the Individual: menilai denga membentuk komitmen dalam
    memperlakukan setiap mahasiswa secara individu. Secara tidak langsung pada
    umumnya sering bertemu dengan para mahasiswa secara personal seperti pada
    bagian bagian akademik, kemahasiswaan fakultas, penasehat, ataupun
    pembimbing.
  5. Instructional Effectiveness: menilai berdasarkan pengalaman akademik
    mahasiswa, kurikulum, serta kesanggupan lembaga Pendidikan Tinggi dalam
    upaya mencapai keunggulan akademik. Yang mana skala ini memiliki beberapa
    variasi dari program yang ditawarkan, bukan hanya keefektifan fakultas atau
    program studi di dalam kelas namun juga diluar kelas keluar dan juga keefektifan
    pengajar.
  6. Recruitment and Financial Aid: mengukur efektivitas dengan menilai layanan
    yang berhubungan dengan perekrutan mahasiswa baru.
  7. Registration Effectiveness: menilai isu keuangan yang berhubungan dengan
    registrasi dan SPP. Skala ini juga mengukur komitmen lembaga Pendidikan
    Tinggi dalam proses ini dalam memberikan kemudahan kepada mahasiswa secara
    lebih efektif.
  8. Responsiveness to Diverse Populations: menilai komitmen dari sebuah lembaga
    ataupun untuk memberikan kesempatan dan peluang yang khusus kepada para
    penyandang berkebutuhan kusus, kepada calon mahasiswa yang punya waktu
    terbatas, sebagian mereka telah berusia, dan lain-lain agar dapat terdaftar sebagai
    mahasiswa.
  9. Campus Safety and Security: menilai kemampuan dari sebuah lembaga ataupun
    institusi dalam memperhatikan tingkat keamanan dan keselamatan pribadi
    mahasiswa di kampus. Skala ini mampu mengukur keefektifan fasilitas kampus
    dengan personil keamanan yang mampu melindungi mahasiswa.
  10. Service Excellence: menilai dengan sikap maupun perilaku staff akademik
    maupun bukan kepada para mahasiswa, terutama bagi mereka yang sering
    pelayanan mahasiswa. Skala ini menitikberatkan pada penilaian terhadap mutu
    layanan dan perhatian secara pribadi kepada para mahasiswa.
  11. Student Centeredness: menilai terkait pada usaha-usaha penting yang dapat
    dilakukan untuk para mahasiswa. Skala ini mampu mengukur sikap lembaga
    Pendidikan Tinggi dalam menghargai serta menyambut dengan baik para
    mahasiswa
  12. Campus Life: menilai mengolah kemampuan lembaga dalam upaya mengisi dan
    mendukug kehidupan pergerakan kampus, baik kegiatan mahasiswa yang bersifat
    kurikuler maupun ekstra kurikuler.