Pengendalian mutu produk akhir


Pengendalian mutu produk akhir perlu dilakukan sebagai upaya untuk
mempertahankan mutu pakan agar tidak mengalami penurunan mutu selama
proses penyimpanan dan distribusi. Produk akhir harus diawasi mutunya sejak
awal proses produksi hingga tahap pengemasan, penyimpanan dan pengiriman
kepada konsumen, hal ini bertujuan agar produk cacat atau rusak tidak sampai ke
konsumen (Arpah, 1993). Hal-hal yang dapat dilakukan dalam rangka
pengendalian mutu produk adalah pengawasan mutu atau pemeriksaan mutu
produk akhir dan pemeriksaan serta pengawasan sistem pelabelan dan
pengemasan, oleh karena itu pemeriksaan mutu produk akhir diperlukan untuk
mendapatkan kepastian atas kesesuaian hasil dengan formulasi dan tujuan proses
yang telah ditetapkan mencakup homogenitas campuran, performans fisik,
kandungan nutrisi dan lain-lain (Mukodiningsih et al., 2015). Apabila produk atau
produk setengah jadi sesuai dengan bentuk, ukuran dan standar mutu yang
direncanakan, maka produk-produk tersebut dapat digudangkan dan dipasarkan
(didistribusikan), namun apabila terdapat yang cacat, maka barang tersebut harus
dibuang atau remade dan mesin perlu disetel kembali agar beroperasi secara
akurat (Prawirosentono, 2004).
Sistem pelabelan dan pengemasan perlu diperhatikan karena bertujuan
untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan yang mungkin terjadi selama proses
produksi, serta berfungsi sebagai dasar informasi dan penjaminan mutu pabrik
atas produk yang dipasarkan. Informasi yang terdapat pada label meliputi
informasi tentang nama produk dan komposisi produk, produsen, catatan lain
terkait dengan optimalisasi fungsi dan manfaat produk pakan ternak
(Mukodiningsih et al., 2015). Pemberian merk pada bagian luar kemasan sangat
perlu dilakukan, seperti dengan mencantumkan nama atau alamat dari perusahan
pembuat pakan, jenis pakan, nama barang, tanggal kadaluwarsa, selain itu
lampiran cara penggunaan, komposisi zat pakan dan penyimpanan sebaiknya
diperhatikan (Murtidjo, 2002).
Pengemasan dapat mencegah kerusakan produk akibat pengaruh
lingkungan luar yaitu kerusakan mekanis, perubahan kadar air, penyerapan air dan
interaksi oksigen, selain itu pengemasan bahan pakan maupun produknya serta
pengelompokan selama penyimpanan akan mempermudah pengawasan terhadap
hama selama penyimpanan. Bahan pakan yang mudah rusak harus dikemas
dengan bahan pengemas yang tahan terhadap serangga dan pengemasan dilakukan
rapat atau kedap udara (Mukodiningsih et al., 2015). Standar pengsian karung
yang ditetapkan yaitu standar berat produk ideal yang dikemas adalah 50,10-50,28
kg, jika berat produk yang dikemas kurang dari 50,10 kg atau lebih besar dari
50,28 kg maka kemasan dinyatakan tidak ideal dan untuk itu operator kemasan
perlu memeriksa setting mesin dan mengurangi atau menambah berat pakan
secara manual (Trisyulianti et al., 2005). Produk akhir yang telah jadi, kemudian
akan dikemas dan dilakukan penyimpanan di gudang (Krisnan, 2008).