Pengendalian mutu proses produksi


Bahan baku yang telah diterima gudang, selanjutnya diproses dalam
mesin-mesin produksi untuk diolah menjadi konsentrat. Dalam hal ini, selain cara
kerja peralatan produksi yang mengolah bahan baku dipantau, juga hasil kerja
mesin-mesin tersebut dipantau dengan cara statistik agar menghasilkan barang
sesuai yang direncanakan (Prawirosentono, 2004). Semua jenis pakan yang
berasal dari bahan pakan yang diproses lebih dahulu melalui pengolahan baik
secara manual maupun menggunakan bantuan mesin (feedmill). Pengendalian
selama proses produksi dilakukan karena meskipun bahan pakan yang digunakan
mempunyai mutu yang telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, namun
apabila pengolahannya menjadi pakan tidak terkendali akan terjadi over process
(misalnya penggunaan suhu yang tinggi dengan waktu yang lama) akan
menyebabkan terjadinya kerusakan zat gizi (Mukodiningsih et al., 2015).
Pengendalian mutu selama proses produksi dilakukan dengan cara
mengambil contoh (sampel) pada selang waktu yang sama. Sampel tersebut
dianalisis, bila tidak sesuai berarti proses produksinya salah dan harus diperbaiki
(Baedhowie dan Pranggonowati, 2005). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum
proses pengolahan adalah pemeriksaan dan perawatan alat secara periodik,
pemeriksaan fungsi operasi sebelum pemakaian, pembersihan alat dari sisa proses
produksi, pemeriksaan dan pengawasan akurasi fungsi alat dan bahan yang diolah
pada setiap tahapan proses, serta pengendalian dan pengawasan lingkungan pabrik
yang akan berpengaruh terhadap mutu pakan produk pakan yang dihasilkan
(Mukodiningsih et al., 2015).
Tiap tahap proses produksi harus diawasi sehingga kesalahan atau
penyimpangan yang terjadi dalam proses produksi dapat diketahui, untuk segera
dilakukan perbaikan atau koreksi (Attahmid, 2009). Proses pengolahan yang perlu
dikendalikan selama proses produksi meliputi proses penggilingan (grinding)
untuk memperkecil ukuran bahan pakan, pencampuran (mixing), pembuatan
pakan butiran (crumble) serta memperhatikan kadar air suatu bahan
(Mukodiningsih et al., 2015).
Pengawasan mutu saat proses penimbangan bahan baku perlu dilakukan
dengan cara yang tepat sesuai dengan hasil formula. Akurasi timbangan harus
sangat diperhatikan karena penting untuk mendapatkan mutu produk yang
berkualitas dengan komposisi yang tepat sesuai dengan formula yang
dikehendaki. Proses pencampuran atau mixing merupakan salah satu cara untuk
mengolah bahan pakan menjadi konsentrat yang mempunyai sifat yang berbeda
dari bahan asal (Mukodiningsih et al., 2002). Kegiatan yang perlu diperhatikan
dalam pembuatan pakan yaitu penimbangan bahan baku yang sesuai dengan
jumlahnya dengan berpacu pada formula ransum yang sebelumnya telah dibuat
(Kartadisastra, 1994).