Produktivitas erat terkait dengan hasil kerja yang dicapai oleh pekerja.
Hasil kerja pekerja tersebut merupakan produktivitas kerja sebagai target yang
didapat melalui kualitas kerjanya dengan melaksanakan tugas yang sesuai dengan
peraturan yang ditetapkan oleh organisasi. Kemudian dalam penelitian ini
dikemukakan beberapa faktor sebagaimana yang dinyatakan sebagai indikator dari
produktivitas pekerja, antara lain :
- Prestasi kerja
Istilah prestasi kerja mengandung berbagai pengertian, antara lain
bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang
untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau
dinilai. Selain itu dikatakan juga bahwa prestasi adalah juga suatu hasil yang
dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Dalam dunia kerja,
prestasi kerja disebut sebagai work performance. Definisi lain dari prestasi
kerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam mengerjakan tugas
atau pekerjaannya secara efisien dan efektif. Dari berbagai pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai
seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang
didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu. - Kuantitas kerja
Di dalam pelaksanaan operasional di suatu organisasi tidak cukup
mengandalkan pekerjanya, perkembangan organisasi tersebut juga menuntut
adanya kuantitas pekerjaan. Rasio kuantitas pekerja harus seimbang dengan
kuantitas pekerjaaan, sehingga dengan pertimbangan tersebut dapat menjadi
tenaga kerja yang produktif yang meningkatkan produktivitas kerja di dalam
organisasi tersebut. Dengan adanya kuantitas pekerjaan, dituntut juga adanya
kualitas kerja para pekerja. Untuk itu perlu diperhatikan sarana dan prasarana
sebagai pendukung dari pada kerja pekerjanya sehingga tercapai kualitas kerja
yang baik. Adapun sarana dan prasarana tersebut yakni : penggunaan
teknologi canggih, kebutuhan – kebutuhan pekerja, serta memberikan motivasi
yang tepat untuk mendorong agar kerja dari pekerjanya dapat semaksimal
mungkin. - Kualitas kerja
Kualitas banyak dianalogikan dengan mutu suatu barang atau jasa . Hal
yang sama berlaku juga bagi organisasi ekonomi maupun pemerintahan. Para
pekerja konstruksi dituntut untuk mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan
tugas – tugasnya. “ Kualitas “ bagi hampir semua orang tampaknya kualitas
tinggi. Kualitas semakin tinggi berarti semakin baik. Lalu timbul pertanyaan
apakah orang – orang sesungguhnya menginginkan segala sesuatu berkualitas
setinggi mungkin. Pekerja konstruksi sebagai sumber daya yang menjalankan
dan melaksanakan manajemen di suatu organisasi harus memiliki kehidupan
kerja yang berkualitas. Kehidupan kerja yang berkualitas yaitu keadaan
dimana para pekerja dapat memenuhi kebutuhan dengan bekerja di dalam
organisasi. - Disiplin kerja
Dalam melaksanakan disiplin kerja, disiplin yang baik dapat diukur
dalam wujud: pekerja konstruksi datang dan pulang tepat pada waktu yang
ditentukan, menghasilkan pekerjaan baik kuantitas maupun kualitas yang
memuaskan, melaksanakan tugas penuh dengan semangat, memenuhi
peraturan yang ada.
