Indikator produktivitas kerja


Produktivitas erat terkait dengan hasil kerja yang dicapai oleh pekerja.
Hasil kerja pekerja tersebut merupakan produktivitas kerja sebagai target yang
didapat melalui kualitas kerjanya dengan melaksanakan tugas yang sesuai dengan
peraturan yang ditetapkan oleh organisasi. Kemudian dalam penelitian ini
dikemukakan beberapa faktor sebagaimana yang dinyatakan sebagai indikator dari
produktivitas pekerja, antara lain :

  1. Prestasi kerja
    Istilah prestasi kerja mengandung berbagai pengertian, antara lain
    bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang
    untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau
    dinilai. Selain itu dikatakan juga bahwa prestasi adalah juga suatu hasil yang
    dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Dalam dunia kerja,
    prestasi kerja disebut sebagai work performance. Definisi lain dari prestasi
    kerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam mengerjakan tugas
    atau pekerjaannya secara efisien dan efektif. Dari berbagai pengertian di atas
    dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai
    seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang
    didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu.
  2. Kuantitas kerja
    Di dalam pelaksanaan operasional di suatu organisasi tidak cukup
    mengandalkan pekerjanya, perkembangan organisasi tersebut juga menuntut
    adanya kuantitas pekerjaan. Rasio kuantitas pekerja harus seimbang dengan
    kuantitas pekerjaaan, sehingga dengan pertimbangan tersebut dapat menjadi
    tenaga kerja yang produktif yang meningkatkan produktivitas kerja di dalam
    organisasi tersebut. Dengan adanya kuantitas pekerjaan, dituntut juga adanya
    kualitas kerja para pekerja. Untuk itu perlu diperhatikan sarana dan prasarana
    sebagai pendukung dari pada kerja pekerjanya sehingga tercapai kualitas kerja
    yang baik. Adapun sarana dan prasarana tersebut yakni : penggunaan
    teknologi canggih, kebutuhan – kebutuhan pekerja, serta memberikan motivasi
    yang tepat untuk mendorong agar kerja dari pekerjanya dapat semaksimal
    mungkin.
  3. Kualitas kerja
    Kualitas banyak dianalogikan dengan mutu suatu barang atau jasa . Hal
    yang sama berlaku juga bagi organisasi ekonomi maupun pemerintahan. Para
    pekerja konstruksi dituntut untuk mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan
    tugas – tugasnya. “ Kualitas “ bagi hampir semua orang tampaknya kualitas
    tinggi. Kualitas semakin tinggi berarti semakin baik. Lalu timbul pertanyaan
    apakah orang – orang sesungguhnya menginginkan segala sesuatu berkualitas
    setinggi mungkin. Pekerja konstruksi sebagai sumber daya yang menjalankan
    dan melaksanakan manajemen di suatu organisasi harus memiliki kehidupan
    kerja yang berkualitas. Kehidupan kerja yang berkualitas yaitu keadaan
    dimana para pekerja dapat memenuhi kebutuhan dengan bekerja di dalam
    organisasi.
  4. Disiplin kerja
    Dalam melaksanakan disiplin kerja, disiplin yang baik dapat diukur
    dalam wujud: pekerja konstruksi datang dan pulang tepat pada waktu yang
    ditentukan, menghasilkan pekerjaan baik kuantitas maupun kualitas yang
    memuaskan, melaksanakan tugas penuh dengan semangat, memenuhi
    peraturan yang ada.