Menurut Heizer, Jay dan Barry Render (2014), Lembar pengecekan
(check sheet) adalah suatu formulir yang didesain untuk mencatat
data.Pencatatan dilakukan sehingga pada saat data diambil pola dapat dilihat
dengan mudah. Lembar pengecekan membantu analisis menentukan fakta
atau pola yang mungkin dapat membantu analisis selanjutnya.
Sebagai salah satu alat dari tujuh alat dasar manajemen kualitas yang
dalam istilah bahasa sono seven basic quality tools, check sheet memiliki
fungsi sebagai alat pencatat hasil observasi dari pemeriksaan distribusi proses
produksi, item, lokasi, dan penyebab produk cacat atau rusak, juga sebagai
alat konfirmasi pemeriksaan. Manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan
check sheet dalam mengelola kualitas terutama untuk :
- Memudahkan proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui
bagaimana sesuatu masalah sering terjadi. Kemudahan ini akan
berdampak pada efisiensi dalam pengumpulan data. - Memudahkan pemilahan data ke dalam kategori yang berbeda seperti
penyebab-penyebab, masalah-masalah dan lain-lain. Data-data yang
telah terpilah secara rinci yang dikumpulkan dengan menggunakan check
sheet, sekaligus memudahkan pengolahan lebih lanjut untuk memberikan
gambaran tentang faktor-faktor yang relevan dengan persoalan yang
sedang dihadapi. - Memudahkan penyusunan data secara otomatis, sehingga data itu dapat
dipergunakan dengan mudah. - Memudahkan pemisahan antara opini dan fakta.
