Pada tahun 2013 Yamit Zulian menjelaskan bahwa Statistical Quality
Control merupakan cara yang amat bermanfaat pada saat memproduksi
barang sama seperti kriteria mulai start process sampai end process.
Statistic Qaulity Control (SQC) atau pengendalian kualitas statistik
merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor,
mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan
proses menggunakan metode-metode statistik. Pengendalian kualitas statistik
tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dalam meningkatkan kepuasan
konsumen. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengendalian kualitas
antara lain :
- Segi operator yaitu dari keterampilan dan keahlian manusai yang
menangani produk. - Segi bahan baku yaitu bahan baku yang dipasok oleh penjual.
- Segi mesin yaitu jenis mesin dan elemen-elemen mesin yang digunakan
dalam proses tersebut.
Pengendalian kualitas menjelaskan bahwa penggunaannya diarahkan
untuk mengukur pencapaian standar yang ditetapkan. Pengendalian kualitas
statisitik secara garis besar digolongkan menjadi dua yakni pengendalian
proses statistik atau juga sering disebut control chart dan rencana penerimaan
sampel produk atau sering dikenal dengan acception sampling.
Keberhasilan dalam pengendalian kualitas dipengaruhi oleh tiga aspek
penting dalam mengadakan perbaikan proses, yakni:
a. Aspek manajemen yang meliputi dukungan, pelatihan, kerja tim.
b. Aspek sumber daya manusia seperti penolakan terhadap perbaikan, konflik
antara operator dan komputer.
c. Aspek operasional seperti alat-alat pengendalian proses statistik, prioritas
proses, prosedur tindakan kolektif.
Pengendalian kualitas merupakan faktor kunci yang membawa
keberhasilan dari produk jasa, pertumbuhan bisnis dan peningkatan posisi
bersaing. Pengendalian kualitas bertujuan menyidik dengan sebab-sebab
terduga atau pergeseran proses sedemikian hingga penyelidikan terhadap
proses itu dan tindakan pembetulan dapat dilakukan sebelum terlalu banyak
unit yang tidak sesuai di produksi. (Irwan & Didi Haryono, 2015)
