Aspek Psychological Contract Breach

Menurut De Vos, Buyens, dan Schalk (2003: 559) mengemukakan lima
aspek dalam psychological contract breach. Kelima aspek tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Career development, merujuk pada peluang untuk mendapat promosi dan
pengembangan dalam organisasi atau lingkungan kerja. Aspek ini memiliki tiga
indikator yakni kesempatan untuk promosi, kesempatan untuk pengembangan
karir dalam organisasi, dan kesempatan untuk tumbuh (mengembangkan
kemampuan diri karyawan)
b. Job content, merujuk pada tersedianya pekerjaan yang menantang, menarik,
dan bervariasi. Aspek ini memiliki empat indikator yakni menentukan keputusan
sendiri dalam bekerja, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan diri,
pekerjaan yang memiliki tanggung jawab, dan kesempatan untuk menggunakan
keterampilan dan kemampuan diri.
c. Social atmosphere, merujuk pada tersedianya lingkungan kerja yang
menyenangkan dan kooperatif. Aspek ini memiliki empat indikator yakni suasana
yang baik di lingkungan kerja, hubungan baik antar rekan kerja, kerjasama yang
saling menguntungkan, dan komunikasi baik antar rekan kerja.
d. Financial reward, merujuk pada tersedianya imbalan yang layak. Aspek ini
memiliki empat indikator yakni upah finansial untuk performa luar biasa,
peningkatan upah berdasar performa, paket gaji dan tunjangan yang menarik, dan
tunjangan lain-lain.
e. Work-life balance, merujuk pada rasa hormat dan adanya pengertian dari
pihak perusahaan untuk kehidupan pribadi karyawan. Aspek ini memiliki empat
indikator yakni respek terhadap situasi pribadi, kesempatan untuk mendapat
fleksibilitas jam kerja, kesempatan untuk menentukan hari libur, dan kesesuaian
kepribadian antara pribadi dan lingkungan kerja.