Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan di mana para pegawai memandang pekerjaannya (Sunyoto,
2012:26). Luthans (2006:17) mengatakann bahwa kepuasan kerja dapat diartikan
sebagai keadaan yang menyenangkan atau emosi positif yang dihasilkan dari
penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja seseorang. Kepuasan kerja dihasilkan
dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik pekerjaan mereka menyediakan hal
yang dipandang penting.
Mangkunegara (2013:117) mengartikan bahwa kepuasan kerja adalah suatu
perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan
dengan pekerjaan maupun dengan kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan
dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah atau gaji yang diterima,
kesempatan mengembangkan karier, hubungan dengan pegawai lain, penempatan
kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan, dan mutu pengawasan.
Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya sendiri antara lain, umur,
kondisi kesehatan, serta kemampuan.
Menurut Kreitner dan Kinicki (2013:270) menyatakan bahwa kepuasan kerja
adalah efektivitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.
Definisi ini mengandung pengertian bahwa kepuasan kerja bukanlah suatu konsep
tunggal, sebaliknya seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari
pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek
lainnya.Menurut Robbins & Judge (2013:79) kepuasan secara umum diartikan
sebagai perasaan positif tentang pekerjaan yang dihasilkan dari evaluasi berbagai
karakteristik pekerjaan. Definisi tersebut secara umum, karena pekerjaan tidak
hanya sekedar menyeret kertas, menulis kode pemrograman, menunggu pelanggan,
atau mengemudikan truk. Pekerjaan juga memerlukan interaksi dengan rekan kerja
dan atasan, mengikuti aturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar kinerja
yang ditetapkan, bekerja dengan kondisi kerja yang kurang ideal, dan lain
sebagainya.
Fattah (2017:64) mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah menjelaskan
perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi
karakteristiknya. Kepuasan kerja menitik beratkan dengan perasaan positif.
Seseorang dengan tingkat kepuasan tinggi memiliki sikap positif tentang pekerjaan
itu sebaliknya seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya memiliki sikap yang
negatif terhadap pekerjaan itu.
Menurut Umar (2003:85) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai penilaian
atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalam
sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi
lingkungan kerjanya. Tangkilisan (2005:164) juga mengartikan bahwa kepuasan
kerja adalah tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau
pekerjaannya dalam organisasi. Kepuasan kerja adalah tingkat rasa puas individu
bahwa mereka mendapat imbalan yang setimpal dari bermacam-macam aspek
situasi pekerjaan dari organisasi tempat mereka bekerja. Jadi, kepuasan kerja
menyangkut psikologis individu di dalam organisasi yang diakibatkan oleh keadaan
yang ia rasakan dari lingkungannya.
Hasibuan (2003:85) mengartikan bahwa kepuasan kerja adalah sikap
emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya dengan tolak ukur
tingkat disiplin, moral kerja dan turn over karyawan. Kepuasan kerja merupakan
kunci pendorong moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja karyawan dalam
mendukung terwujudnya tujuan perusahaan. Sedangkan Anoraga (2006;82)
mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap yang positif yang
menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan
situasi kerja termasuk didalamnya masalah upah, kondisi sosial, kondisi fisik dan
kondisi psikologis.
Sopiah (2008:170) berpendapat bahwa kepuasan kerja merupakan suatu
ungkapan emosioanal yang bersifat positif atau menyenangkan sebagai hasil dari
penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja dan kepuasan kerja
menunjukkan adanya kesesuaian antara harapan seseorang yang timbul dengan
imbalan yang disediakan oleh pekerjaan. Menurut Malthis dalam Rosita dan
Yuniati (2016:4) mengartikan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang
positif dari mengevaluasi pengalaman kerja seseorang. Ketidakpuasan kerja
muncul saat harapan-harapan ini tidak terpenuhi.
Kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang
berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang
diterima dalam kerja dan hal-hal yang menyangku faktir fisik dan psikologis. Sikap
terhadap pekerjaan ini merupakan hasil dari sejumlah sikap khusus individu
terhadap faktor-faktor dalam pekerjaan, penyesuaian diri individu dan hubungan
sosial individu di luar pekerjaan sehingga menimbulkan sikap umum individu
terhadap pekerjaan yang dihadapinya. (Sutrisno: 2015:74).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau tidak menyenangkan pada diri
seseorang yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi pada
diri sendiri.
