Setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan respon yang
beragam terhadap satu situasi yang sama, sehingga setiap individu dapat
memberikan respon yang berbeda untuk situasi yang serupa. Pengambilan
keputusan terhadap situasi yang berisiko sangat dipengaruhi oleh faktor
situasional. Berikut faktor situasional yang dapat mempengaruhi pengambilan
keputusan yang berisiko (Hillson & Webster, 2007):
• Tingkat dari ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki
Ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki individu mengenai situasi
terkait mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan.
Individu akan lebih berani untuk mengambil keputusan berisiko
dalam bidang yang dikuasainya, dimana ia telah memiliki ketrampilan
dan pengetahuan yang cukup, sehingga ia akan mampu lebih baik
dalam mengevaluasi situasi tersebut, namun, individu akan lebih
enggan untuk mengambil keputusan berisiko pada situasi yang kurang
familiar dan dimana ia tidak memilik pengetahuan yang cukup untuk
mengevaluasi situasi tersebut
• Persepsi mengenai dampak yang mungkin terjadi
Setiap individu memiliki persepsi risiko yang berbeda terhadap situasi
yang sama. Bagi beberapa individu, satu situasi dapat dianggap
sebagai situasi yang netral, namun, situasi ini dipersepsikan sebagai
situasi yang berisiko bagi individu lainnya. Individu yang lebih
sensitif terhadap penilaian situasi sebagai situasi yang berisiko
memiliki memiliki kecenderungan untuk menghindari segala situasi
yang berisiko.
• Persepsi mengenai kontrol yang dimiliki terhadap situasi
Faktor ini membedakan persepsi individu mengenai apakah suatu
situasi dipersepsikan dapat dikontrol dan dikendalikan atau tidak
dapat dikontrol. Ketika individu berpendapat ia dapat mengendalikan
situasi, maka kecenderungannya adalah ia akan mengambil keputusan
yang lebih berisiko, namun, ketika individu berpendapat ia tidak dapat
mengendalikan situasi yang mungkin terjadi, maka ia akan cenderung
untuk menghindari pengambilan keputusan yang berisiko
• Rentan waktu untuk konsekuensi serta risiko terjadi
Ketika individu mempersepsikan bahwa ketidakpastian dapat terjadi
dalam rentan waktu yang lebih singkat, maka situasi tersebut akan
dipersepsikan lebih berisiko dibandingkan dengan ketika
ketidakpastian dapat terjadi dalam rentan waktu yang lebih panjang.
• Potensi untuk terjadinya konsekuensi secara langsung
Individu akan lebih berhati-hati dalam mengevaluasi dan membuat
keputusan berisiko ketika dampak dari konsekuensi akan merujuk
langsung pada individu maupun kelompoknya, dibandingkan apabila
konsekuensi dapat terjadi pada orang lain.
Flanagan, Stout, dan Gallay (dalam Shaw, Amsel, Schillo, 2011)
mengemukakan bahwa sikap tentang risiko turut dipengaruhi oleh
pemahamannya yang terus dikembangkan secara aktif mengenai moral
(konsekuensi negatif terhadap orang lain), konvensional (konsekuensi legal),
pribadi (keputusan pribadi), dan kebijaksanaan (dampak yang merusak
terhadap diri sendiri). Individu dengan pengembangan moral, konvensional,
pribadi, dan kebijaksanaan yang lebih baik akan lebih memiliki banyak
pertimbangan dalam pengambilan keputusan berisiko dan menghindari segala
kemungkinan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pihak lain maupun diri
sendiri (Shaw, Amsel, Schillo, 2011)
