Penyebab stres kerja menurut Sunyoto (2012:63-65) adalah, sebagai berikut:
a. Penyebab fisik, meliputi:
1) Kebisingan. Kebisingan yang terus-menerus dapat menjadi sumber stres
bagi banyak orang. Namun perlu diketahui bahwa terlalu tegang juga
menyebabkan hal yang sama
2) Kelelahan. Masalah kelelahan dapat menyebabkan stres karena
kemampuan untuk bekerja menurun. Kemampuan bekerja menurun
menyebabkan prestasi menurun dan tanpa disadari menimbulkan stres
3) Penggeseran kerja. mengubah pola kerja yang terus-menerus dapat
menimbulkan stres. Hal ini disebabkan karena seorang karyawan sudah
terbiasa dengan pola kerja yang lama dan sudah terbiasa dengan
kebiasan-kebiasan lama
4) Jetlag adalah jenis kelelahan khusus yang disebabkan oleh perubahan
waktu sehingga mempengaruhi irama tubuh seseorang. Untuk itu
disarankan bagi mereka yang baru menempuh perjalanan jauh dimana
terdapat perbedaan waktu agar beristirahat minimal 24 jam sebelum
melakukan sesuatu aktivitas.
5) Suhu dan kelembapan. Bekerja dalam suatu ruangan yang suhunya
terlalu tinggi dapat mempengaruhi tingkat prestasi karyaan. Suhu yang
tinggi harus dapat ditoleransi dengan kelembapan yang rendah.
b. Bebas kerja. bebas kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan
ketegangan dalam diri seseorang sehingga menimbulkan stres. Hal ini bisa
disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi, kecepatan
kerja mungkin terlalu tinggi, volume kerja mungkin terlalu banyak dan
sebagainya
c. Sifat pekerjaan, meliputi;
1) Situasi baru dan asing
2) Ancaman pribadi
3) Percepatan
4) Ambiguitas
5) Umpan balik
d. Kebebasan, kebebasan yang diberikan kepada karyawan belum tentu
merupakan hal yang menyenangkan. Ada sebagian karyawan justri dengan
adanya kebebasan membuat mereka merasa ketidakpastian dan
ketidakmampuan dalam bertindak. Hal ini dapat merupakan sumber stres
bagi seseorang
e. Kesulitan. Kesulitan-kesulitan yang dialami di rumah, seperti
ketidakcocokan suami istri. Masalah keuangan, perceraian dapat
mempengaruhi prestasi seseorang. Hal seperti ini dapat merupakan sumber
stres bagi seseorang.
Menurut Luthans (2006:442-445) mengutarakan bahwa penyebab stres atau
disebut stresor berasal dari luar dan dalam organisasi, dari kelompok yang
dipengaruhi karyawan dan karyawan itu sendiri.
a. Stresor Ekstraoranisasi. Meskipun kebanyakan analisis stres kerja
mengabaikan pentingnya kekuatan dan kejadian dari luar, tetapi ternyata
hal tersebut mempunyai dampak yang luar biasa. Dengan menggunakan
perspektif organisasi sistem terbuka (yaitu organisasi sangat dipengaruhi
oleh lingkungan eksternal), jelas bahwa stres kerja tidak hanya terbatas
pada hal yang terjadi dalam organisasi selama jam kerja. pada
kenyataannya, studi penelitian terbaru menentukan bahwa stresor di luar
organisasi berhubungan dengan efek dan perasaan negatif pada
pekerjaan. stresor ekstraorganisasi mencakul hal seperti: perubahan
sosial/teknologi, globalisasi, keluarga, relokasi, kondisi ekonomi dan
keuangan, ras dan kelas serta kondisi tempat tinggal/ masyarakat.
b. Stresor kelompok dapat dikategorikan menjadi dua area: yaitu a).
Kurangnya kohesivitas kelompok dan b). kurangnya dukungan sosial.
c. Stresor individu: peranan disposisi. Menurut interprestasi, stresor yang
dibahas sejauh ini (ekstraorganisasi, organisasi dan kelompok) akhirnya
sampai pada level individu. Terdapat penelitian dan kesepakatan
mengenai dimensi situasi dan disposisi individu yang dapat
mempengaruhi stres.
