Kategori Sikap Tentang Risiko

Berdasarkan alat ukur DOSPERT dalam menilai kecenderungan
individu mengambil keputusan pada situasi berisiko, sikap tentang risiko
dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu (Blais & Weber, 2006):
• Memiliki toleransi lebih kecil terhadap risiko(risk aversion): Bersikap
negatif terhadap risiko
Kategori ini ditandai dengan perasaan tidak nyaman dalam kondisi
yang tidak pasti, memiliki toleransi yang rendah terhadap ambiguitas,
serta mencari situasi yang aman dan resolusi ketika diperhadapkan
dengan risiko. Individu yang tergolong dalam kategori ini
melandaskan keputusannya dengan akal sehat serta lebih menyukai
fakta dibandingkan dengan teori. Ketika diperhadapkan dengan
ancaman, kelompok ini cenderung akan menjadi lebih sensitif serta
memberikan respons berlebihan terhadap ancaman yang ada, namun
menjadi kurang peka dan memberikan penilaian yang lebih rendah
terhadap kesempatan yang ada. Kelompok ini juga mempersepsikan
situasi lebih berisiko dibandingkan dengan kelompok dalam kategori
lainnya.
• Memiliki toleransi lebih besar terhadap risiko
(risk-seeking) : Bersikap positif terhadap risiko
Individu yang tergolong dalam kategori ini biasanya mudah
beradaptasi, memiliki sumber daya yang cukup banyak, menikmati
hidup, serta tidak takut untuk memulai suatu tindakan. Kelompok ini
dapat bersikap santai dalam menyikapi risiko dan ancaman serta
menantang situasi yang tidak pasti dengan potensi yang dimilikinya.
Sikap ini dapat merujuk pada keputusan yang tidak bijak dan dapat
menimbulkan kerugian. Dalam proses evaluasi situasi, para pencari
risiko menilai situasi berisiko lebih netral dan tidak mengancam
dibandingkan kelompok lain pada umumnya.