Winardi (2002 : 1) mengemukakan bahwa “istilah motivasi (motivation)
berasal dari kata latin yakni movere yang berarti menggerakkan (to move)”.
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja
seseorang agar mereka mau bekerja dengan segala daya upaya untuk mencapai
kepuasan, Hasibuan (2007 : 95). Ishak dan Hendri (2003 : 12) mengemukaan
bahwa “motivasi sebagai suatu hal pokok yang menjadi dorongan setiap motif
untuk bekerja”. Motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong
perilaku seseorang.
Motivasi merupakan serangkaian nilai-nilai yang dapat mempengaruhi
individu untuk mencapai hal spesifik yang sesuai dengan tujuan individu tersebut.
Sikap dan nilai itu adalah suatu kekuatan untuk mendorong individu agar bertekad
dalam mencapai tujuannya. Dorongan tersebut terdiri dari dua komponen, yaitu
arah perilaku kerja (kerja untuk mencapai tujuan), dan kekuatan perilaku
(kekuatan usaha individu dalam bekerja). Motivasi adalah cara memuaskan
dengan memenuhi kebutuhan seorang karyawan, yang berarti bahwa ketika
kebutuhan seseorang dipenuhi oleh faktor-faktor tertentu, orang tersebut akan
mengerahkan upaya terbaik untuk mencapai tujuan organisasi, Robbins (2007).
Menurut Robbins (2008 : 222) motivasi sebagai proses yang menjelaskan
intensitas, arah, dan ketekunan seseorang individu untuk mencapai tujuan.
Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan
memelihara perilaku manusia. Motivasi ini merupakan subjek yang penting bagi
pimpinan, karena pimpinan harus bekerja dengan dan melalui orang lain.
Pimpinan perlu memahami orang-orang yang berperilaku secara tertentu agar
dapat mempengaruhi untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan,
(Handoko, 2005).
Maslow yang dikutip oleh Hasibuan (2008 : 157) bahwa motivasi kerja
pegawai dipengaruhi oleh kebutuhan fisik, kebutuhan akan keamanan dan
keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan diri, dan kebutuhan
akan perwujudan diri. Kemudian dari faktor-faktor tersebut turunlah indikator-
indikator untuk mengetahui tingkat motivasi pada pegawai, yaitu :
- Kebutuhan fisik
Ditunjukkan dengan pemberian gaji, pemberian bonus, uang makan, uang
transport, fasilitas perumahan dan sebagainnya. - Kebutuhan rasa aman dan keselamatan
Ditunjukkan dengan fasilitas keamanan dan keselamatan kerja yang
diantaranya jaminan sosial tenaga kerja, dana pensiun, asuransi kesehatan,
asuransi kecelakaan, dan perlengkapan keselamatan kerja. - Kebutuhan sosial
Ditunjukkan dengan melakukan interaksi dengan orang lain yang diantaranya
untuk diterima dikelompok dan kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. - Kebutuhan akan penghargaan
Ditunjukkan berdasarkan kemampuannya yaitu kebutuhan untuk dihormati dan
dihargai oleh pegawai lain dan pimpinan terhadap prestasi kerja. - Kebutuhan perwujudan diri
Ditunjukkan dengan sifat pekerjaan yang menarik dan menantang, dimana
pegawai tersebut mengerahkan kemampuan, kecakapan, keterampilan, dan
potensinya. Dalam pemenuhan kebutuhan ini dapat dilakukan oleh perusahaan
dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
