Laporan Keuangan


Dalam upaya untuk membuat keputusan yang rasional, pihak ekstern
perusahaan maupun pihak intern perusahaan seharusnya menggunakan suatu
alat yang mampu menganalisis laporan keuangan yang disajikan oleh
perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan pada perusahaan
merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi (siklus akuntansi) yang
mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat
memberikan gambaran keadaaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang
telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan
inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi
mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk
berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak
manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Laporan
keuangan dapat dipakai sebagai alat berkomunikasi dengan pihak-pihak
berkepentingan dengan data keuangan perusahaan, dan karena itulah sering
juga disebut sebagai language of business.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu
perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan Keuangan adalah
output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan inilah yang
menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sabagai salah satu bahan
dalam proses pengambilan keputusan. Disamping sebagai informasi, laporan
keuangan juga sebagai pertanggung jawaban atau accountability. Sekaligus
mengambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan dalam mencapai
tujuannya (Syafri, 2008).
Laporan keuangan terdiri dari empat laporan dasar, yaitu:

  1. Neraca
    Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang
    dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi
    keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga
    unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal. Harta yang disajikan dalam
    neraca disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta
    tersebut menjadi uang, dalam kegiatan perusahaan.Sedangkan hutang
    disusun atas jangka waktu pembayaran. Dan modal disusun berdasarkan
    tingkat kekekalan/lamanya bertahan dalam perusahaan. Neraca
    29
    menunjukkan posisi keuangan yang meliputi kekayaan, kewajiban serta
    modal pada waktu tertentu.
  2. Laporan Laba Rugi
    Laporan laba rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan
    informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha
    dan beban usaha untuk satu periode akuntansi tertentu.
  3. Laporan Perubahan Modal/Laba ditahan
    Laporan perubahan modal adalah suatu bentuk laporan keuangan yang
    menyajikan informasi mengenai perubahan yang tejadi pada modal suatu
    perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu. Unsur-unsur laporan
    perubahan modal terdiri dari modal awal, laba (rugi) bersih, setoran
    pemilik (prive) dan modal akhir.
  4. Laporan Arus Kas
    Laporan arus kas (Cash Flow) merupakan laporan keuangan yang berisi
    informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan
    selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan
    menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan
    kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis
    yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan
    Menurut Syafri (2008) pemakai laporan keuangan antara lain:
  5. Pemilik Perusahaan
    Bagi pemilik perusahaan laporan keuangan dimaksudkan untuk :
    a. Menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen perusahaan
    30
    b. Mengetahui hasil deviden yang akan diterima
    c. Menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya
    d. Mengetahui nilai saham dan laba perlembar saham
    e. Sebagai dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan dimasa
    datang
    f. Sebagai dasar untuk mempertimbangkan menambah atau
    mengurangi investasi.
  6. Manajemen perusahaan
    Bagi manajemen perusahaan laporan keuangan digunakan untuk :
    a. Alat untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan kepada
    pemilik
    b. Mengatur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan,
    divisi, bagian segmen tertentu
    c. Mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan,
    divisi, bagian, atau segmen tertentu
    d. Menilai hasil kerja individu yang diberikan tugas dan tanggung
    jawab
    e. Untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan perlu
    tidaknya diambil kebijaksanaan baru
    f. Memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang, peraturan,
    Anggaran Dasar, Pasar Modal dan lembaga regulator lainnya.
  7. Investor
    Bagi investor laporan keuangan dimaksudkan untuk :
    a. Menilai kondisi keuangan dan hasil uasaha perusahaan
    b. Menilai kemungkinan menanamkan dana dalam perusahaan
    c. Menilai kemungkinan menanamkan divestasi (menarik investasi)
    dari perusahaan
    d. Menjadi dasar memprediksi kondisi perusahaan di masa dating.
  8. Kreditur atau Banker
    Bagi kreditur, banker, atau supplier laporan keuangan digunakan untuk
    :
    a. Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam
    jangka pendek maupun dalam jangka panjang
    b. Menilai kualitas jaminan kredit/investasi untuk menopang kredit
    yang akan diberikan
    c. Melihat dan memprediksi prospek keuntungan yang mungkin
    diperoleh dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan
    d. Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas
    perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit
    e. Menilai sejauh mana perusahaan mengikuti perjanjian kredit
    yang sudah disepakati.
  9. Pemerintah dan Regulator
    Bagi pemerintah atau regulator laporan keuangan dimaksudkan untuk :
    a. Menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus di bayar
    b. Sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan-kebijakan baru
    c. Menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan atau tindakan
    lain
    d. Menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ditetapkan
    e. Bagi lembaga pemerintah lainnya bisa menjadi bahan
    penyusunan data dan statistik.
  10. Analisis, Akademis, Pusat Data Bisnis
    Para analisis, akademis, dan juga lembaga-lembaga pengumpulan data
    bisnis laporan keuangan penting sebagai bahan atau sumber informasi
    yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat
    bagi analisa, ilmu pengetahuan, dan komoditi informasi