Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham


Menurut Arifin (2001:115-116) yang dikutip dari Sri Artatik (2007) pergerakan
saham dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Kondisi fundamental emiten
    Faktor fundamental merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi
    perusahaan yaitu kondisi manajemen organisasi sumber daya manusia,
    kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam kinerja keuangan
    perusahaan. Nilai fundamental merupakan nilai intrinsik dari suatu saham
    yang dianalisis dengan menggunakan analisis yang menggunakan data-data
    finansial yaitu data-data yang berasal dari laporan keuangan perusahaan,
    contohnya laba, dividend yang dibagi, penjualan dan sebaginya (Jogiyanto,
    1998:70) Sedangkan menurut Arifin (2001:116) faktor fundamental
    merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.
    Perkembangan harga saham tidak akan terlepas dari perkembangan kinerja
    perusahaan. Secara teoritis jika kinerja perusahaan mengalami peningkatan
    maka harga saham akan merefleksikannya dengan peningkatan harga saham,
    demikian sebaliknya (Ang, 1997: 187). Earning per share dan Price Earning
    Ratio merupakan data rasio dari laporan keuangan perusahaan dan
    merupakan faktor fundamental yang mempengaruhi pergerakan harga saham
    (Arifin, 2001:116). Faktor fundamental merupakan faktor yang berkaitan
    dengan kinerja emiten yang tercermin dalam kinerja keuangan yang
    tercermin dalam laporan keuangan perusahaan. Semakin baik kinerja emiten
    maka semakin besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham. Demikian
    sebaliknya, semakin menurun kinerja emiten maka semakin besar
    kemungkinan merosotnya harga saham yang diterbitkan dan
    diperdagangkan. Selain itu keadaan emiten akan menjadi tolak ukur seberapa
    besar resiko yang akan ditanggung oleh investor. Saham-saham yang bagus
    atau saham blue chip tentu memiliki resiko yang lebih kecil jika dibanding
    dengan jenis saham lainnya. Ini karena faktor fundamental perusahaan
    penerbitnya bagus. Baik kondisi keuangannya, strategi bisnisnya, produknya,
    maupun manajemennya.
  2. Hukum permintaan dan penawaran
    Faktor hukum permintaan dan penawaran digunakan investor untuk
    mengetahui kondisi fundamental perusahaan dalam melakukan transaksi jual
    beli. Transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham. Perlu
    diwaspadai juga bahwa kenaikan harga saham karena permintaan yang
    banyak atau penawaran yang sedikit tidak akan berlangsung terus sebab pada
    suatu titik harga akan terlalu mahal.
  3. Tingkat suku bunga
    Investor harus memperhatikan faktor suku bunga untuk mengetahui harapan
    hasil dari setiap investasi yang dilakukannya. Dengan adanya perubahan
    suku bunga, tingkat pengembalian hasil berbagai sarana invertasi akan
    mengalami perubahan, ada yang cenderung naik dan ada pula yang
    cenderung turun. Bunga yang tinggi ini tentunya akan berdampak pada
    alokasi dana investasi para investor. Investor produk bank seperti deposito
    atau tabungan jelas lebih kecil resikonya jika dibanding dengan investasi
    dalam bentuk saham. Karena investor akan menjual saham dan dananya akan
    ditempatkan di bank. Penjualan saham secara serentak ini akan berdampak
    pada penurunan harga saham secara signifikan.
    Valuta asing
    Dolar Amerika (US Dollar) merupakan mata uang kuat yang mempengaruhi
    nilai dari mata uang negara-negara lain. Sebagai contoh ketika suku bunga
    dolar Amerika naik, investor asing mengharapakn hal yang sama. Mereka
    akan berbondong-bondong menjual sahamnya untuk ditempatkan di bank
    dalam bentuk dolar, otomatis harga saham akan turun.
  4. Dana asing di Bursa
    Mengamati jumlah dana investasi asing merupakan hal yang penting, karena
    dengan semakin besarnya dana yang ditanamkan, hal ini menandakan bahwa
    kondisi investasi di Indonesia telah kondusif yang berarti pertumbuhan
    ekonomi tidak lagi negatif, yang tentu saja akan merangsang kemampuan
    emiten untuk mencetak laba. Sebaliknya, jika investasi asing berkurang, ada
    perkiraan bahwa mereka sedang ragu atas negeri ini, baik atas keadaan sosial
    politik maupun keamananya. Jadi besar kecilnya investasi dana asing di
    bursa akan berpengaruh pada kenaikan atau penurunan harga saham.
  5. Indeks harga saham
    Kenaikan indeks harga saham gabungan sepanjang waktu tertentu, tentunya
    menandakan kondisi investasi dan perekonomian negara dalam keadaan
    baik. Sebaliknya jika turun berarti iklim investasi sedang buruk. Kondisi
    demikian akan mempengaruhi naik turunnya harga saham di pasar bursa.
  6. News dan Rumors
    Berita yang beredar di masyarakat yang menyangkut berbagai hal baik itu
    masalah ekonomi, sosial, politik, keamanan, hingga berita seputar reshuffle
    kabinet. Dengan adanya berita tersebut, parainvestor bisa memprediksi
    seberapa kondusif keadaan negeri ini sehingga kegiatan investasi bisa
    dilaksanakan. Ini akan berdampak pada pergerakan harga saham di bursa.
    Begitu banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham, dalam
    penelitian ini akan difokuskan pada factor fundamental emiten sebagai
    pertimbangan utama dalam menanamkan saham