Menurut Fabozzi (2001), earning per share adalah perbandingan
antara laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa (laba setelah pajak
dikurangi dividen saham preferen) dengan jumlah saham yang beredar
selama periode perhitungan yang dilakukan. Dengan demikian, earning per
share merupakan besaran pendapatan yang diterima oleh para pemegang saham
dari setiap lembar saham biasa yang beredar dalam periode waktu tertentu.
Menurut Tandelilin (2010), earning per share adalah laba bersih
setelah bunga dan pajak yang siap dibagikan kepada pemegang saham dibagi
dengan jumlah lembar saham perusahaan.
Menurut Baridwan (2007), laba bersih per saham adalah jumlah
pendapatan yang diperoleh dalam satuperiode untuk tiap lembar saham yang
beredar, dan akan dipakai oleh pimpinanperusahaan untuk menentukan besarnya
dividen yang akan dibagikan”.
Tujuan perhitungan earning per share menurut Machfoedz (2000)
adalah untuk melihat kemajuan (progress) dari operasi
perusahaan,menentukan harga saham, dan menentukan besarnya dividen yang
akan dibagikan
Darmadji (2001) menyatakan semakin tinggi nilai earning per share akan
menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang
disediakan untuk pemegang saham. Dengan meningkatnya laba maka harga
saham cenderung naik, sedangkan ketika laba menurun maka harga saham ikut
juga turun. Untuk menganalisis penyebab perubahan EPS dapat digunakan
analisis rasio laba (Fabozzi, 1999). Rasio laba menunjukkan dampak gabungan
dari likuiditas serta manajemen aktiva dan kewajiban terhadap kemampuan
perusahaan menghasilkan laba.
Menurut Robbert Angg (1997) ada dua jenis Earning per Share, yaitu :
- Earning per Share Historis
Adalah Earning per Share yang dihitung berdasarkan kinerja perusahaan
pada tahun buku yang telah lampau. EPS historis merupakan nilai yang
telah terjadi pada masa lampau. - Earning per Share Proyektif
Adalah Earning per Share yang diperkirakan akan terjadi dengan asumsi
sesuai dengan proyeksi kinerja emiten
