Analis teknikal merupakan analisis harga saham dengan melihat historis
harga untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan. Analis teknikal tidak
melihat atau memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, mereka lebih tertarik
untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga. Analisis teknikal difokuskan
pada grafik harga historis dan memprediksi dalam volume harga yang
diperdagangkan.
Dalam perkembangannya banyak perusahaan pialang atau trader
professional sekarang menggunakan kombinasi analisa fundamental dan teknikal
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada prospek investasi mereka.
Weston dan Brighman (1990) mengemukakakn bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi harga saham adalah sebagai berikut :
- Laba per lembar saham (Earning Per Share/ EPS)
Seorang investor akan melakukan investasi pada perusahaan akan menerima
laba atas saham yang dimilikinya. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS)
yang diberikan pengembalian yang cukup baik. Ini akan mendorong investor
untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga perusahaan
akan meningkat. - Tingkat bunga
Tingkat bunga dapat mempengaruhi harga saham dengan cara :
a. Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi,
apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk
ditukarkan dengan obligasi.
b. Mempengaruhi laba perusahaan, hal ini terjadi karena bunga adalah biaya,
semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. - Jumlah kas dividen yang dibagikan
Kebijakan pembagian dividen dapat menjadi dua, yaitu sebagian dibagikan
dalam bentuk dividend dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan.
Peningkatan dividen merupakan salah satu cara untuk meningkatkan
kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas dividen besar adalah
yang diinginkan oleh investor sehingga harga saham naik.
