Aspek-aspek keterbukaan Diri


Menurut Sherwin,1968 (dalam Pamuncak, 2011) ada sembilanaspek dalam
keterbukaan diri yaitu sebagai berikut:
a. Keadaan emosi : emosi seseorang atau perasaan kepada orang lain,
b. Hubungan interpersonal : menunjukkangerakan menujukeintiman yang lebih
besardalam hubunganinterpersonal.berbagaihubungan atauikatanyang
terbentukdalamluarkeluarga
c. Masalah pribadi: untuk mengungkapkan perasaan pribadinya baik itu
menguntungkan atau tidak menguntungkan bagi individu
tersebutterhadapsuatu perasaandanperilakunya
d. Masalah umum: Acarayang menyedihkanatau situasiyang
dapatmeringankanpikiran individu danperselisihanyang dialami olehseorang
individu tersebut.
e. Agama: kemampuan individuuntuk berbagi pengalaman, pikiran dan
emositerhadapperasaannya kepadatuhannya, persepsi danpandanganindividu
tentang agamanya yangmampuuntuk membantu mengatasi masalah.
f. Seks: laki-laki danwanita yanghidupnyadihabiskanuntuk
mengalamikebersamaan denganseluruhdunia
g. Rasa: suka dan tidak sukaseseorangdibuka kepadaoranglain
h. Gagasan: Informasidiingat bahwaAnda bersedia untukberbagi denganorang
lain. Persepsitentangsesuatu,atau situasiyang dibagidengan orang lain.
i. Kerja /studi/prestasi: tugasseseoranghadir sesuai yang diharapkannya,
Tanggung jawabseseorangyangdiharapkanoleh orang lain danharus
dipenuhidalam waktutertentu.
Jadi aspek dari Self-Disclosure merupakan pengungkapan diri yang dilakukan
oleh remaja untuk mengungkapkan informasi atau kemampuan individu untuk
berbagi pengalaman, pikiran yang mereka rasakan pada saat itu. Biasanya remaja
yang melakukan keterbukaan diri cendrung membagi informasi baik yang mereka
sukai maupun yang tidak mereka sukai dalam lingkungannya