Definisi Keterbukaan Diri


Sears (1999) menyebutkan bahwa pengungkapan diri dapat disebutjuga
dengan keterbukaan diri, sementara Supratiknya (1995) menyebutkanbahwa
keterbukaan diri dapat disebut juga dengan self-disclosure.Keterbukaan diri menurut
Sears (1999) yaitumerupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab
dengan orang lain. DeVito (2001) mendefinisikan keterbukaan diri
sebagaimengkomunikasikan informasi tentang diri kepada orang lain, yang
mencakupnilai-nilai yang dianut, perilaku, dan kualitas diri (dalam Masturah, 2013).
Menurut DeVito (2011) mengemukakan bahwa keterbukaan diri adalah jenis
komunikasi dimana kita mengungkapkan informasi tentang diri kita sendiri yang
biasanya kita sembunyikan (dalam Hanifia 2013). Sedangkan Menurut Morton
(dalam Masturah, 2013) mengemukakan bahwa keterbukaan diri merupakan kegiatan
membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi dalam
keterbukaan diri bersifat deskriptif dan evaluatif. Deskriptif artinya individu
melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin untuk diketahui oleh
orang lain, misalnya seperti pekerjaan, alamat, dan usia. Sedangkan evaluatif artinya
individu mengemukakan perasaan pribadinya lebih mendalam kepada orang lain,
misalnya seperti tipe orang yang disukai, hal-hal yang disukai maupun hal-hal yang
13
tidak disukainya. Kedalaman dalam sikap terbuka tergantung pada situasi dan orang
yang diajak untuk berinteraksi. Situasi yang menyenangkan dan perasaan aman dapat
membangkitkan seorang untuk lebih membuka diri. Selain itu adanya rasa percaya
dan timbal balik dari lawan bicara menjadikan seseorang cenderung memberikan
reaksi yang sepadan.
Menurut DeVito (dalam Masturah, 2013),keterbukaan diri ini dapat berupa
berbagai topik seperti informasi prilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi, dan ide
yang sesuai dan terdapat didalam diri orang yang bersangkutan. Kedalaman dari
pengungkapan diri seseorang tergantung pada situasi dan orang yang di ajak untuk
berinteraksi. Jika orang yang berinteraksi dengan kita menyenangkan dan membuat
kita merasa aman serta dapat membangkitkan semangat maka kemungkinan bagi kita
untuk membuka diri amatlah besar. Sebaliknya pada beberapa orang tertentu kita
dapat saja menutup diri karena merasa kurang percaya.
Self-disclosure didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk
mengungkapkan informasi tentang diri sendiri kepada orang lain (Wheeles, 1978).
Sedangkan Person (1987) mengartikan self-disclosure sebagai tindakan seseorang
dalam memberikan informasi yang bersifat pribadi pada orang lain secara sukarela
dan disengaja untuk maksud memberi informasi yang akurat tentang dirinya(dalam
Gainau, 2010).
JadiSelf-Disclosureadalah jenis komunikasi dimana seseorang
mengungkapkan informasi tentang dirinya baik yang disembunyikan maupun yang
14
tidak disembunyikan, individu yang akrab dengan orang lain mereka cendrung untuk
membagi informasi tentang dirinya yang berupa prilaku dan kualitas dirinya tersebut