Menciptakan dan Menumbuhkan Komitmen Karyawan TerhadapOrganisasi


Menurut Martin dan Nicholas (dalam Amstrong, 2003) ada 3 pilar besar
dalam komitmen. Ketiga pilar itu, meliputi : a sense of belonging to the
organization; a sense of excitement in the job; dan pentingnya rasa memiliki
(ownership).
a. A sense of belonging to the organization
Untuk mencapai rasa memiliki tersebut, maka salah satu pihak dalam
manajemen harus mampu membuat karyawan: 1) mampu mengidentifikasikan
dirinya terhadap organisasi; 2) merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya /
pekerjaannya adalah berharga bagi organisasi tersebut; 3) merasa nyaman
dengan organisasi tersebut; 4) merasa mendapat dukungan yang penuh dari
organisasi dalam bentuk misi yang jelas (apa yang direncanakan untuk
dilakukan); nilai-nilai yang ada (apa yang diyakini sebagai hal yang penting
oleh manajemen) dan norma-norma yang berlaku (cara-cara berperilaku yang
bisa diterima oleh organisasi).
b. Perasaan bergairah terhadap pekerjaan (a sense of excitement in the job)
Perasaan bergairah terhadap pekerjaan (a sense of excitement in the job)
Perasaan seperti ini bisa dimunculkan dengan cara: 1) mengenali faktor faktor
motivasi intrinsik dalam mengatur desain pekerjaan (job design); 2) kualitas
kepemimpinan; 3) kemauan manajer dan supervisor untuk mengenali bahwa
motivasi dan komitmen karyawan bisa meningkat jika ada perhatian terus
menerus, memberi delegasi atas wewenang, serta memberi kesempatan serta
ruang yang cukup bagi karyawan untuk menggunakan ketrampilan dan
keahliannya secara maksimal
c. Pentingnya rasa memiliki (ownership)
Rasa memiliki bisa muncul jika karyawan merasa bahwa mereka benar-benar
diterima menjadi bagian atau kunci penting dari organisasi. Konsep penting
dari ownership akan meluas dalam bentuk partisipasi dalam membuat
keputusan-keputusan dan mengubah praktik kerja, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi keterlibatan karyawan. Jika karyawan merasa dilibatkan dalam
membuat keputusan-keputusan dan jika karyawan merasa ide-idenya didengar
dan jika karyawan merasa memberi kontribusi yang ada pada hasil yang
dicapai, maka karyawan akan cenderung menerima keputusan-keputusan atau
perubahan yang dilakukan. Hal ini dikarenakan karyawan merasa dilibatkan,
bukan karena dipaksa.
Ada lima faktor kunci untuk mengembangkan komitmen karyawan pada
organisasi yang dijabarkan Susatyo (dalam Fajariyanti, 2002) berdasarkan riset
yang bertajuk Asian Employe Report 2001 yang perlu diperhatikan pengelola
organisasi :

  1. Fairness at work
    Apakah karyawan diperlukan secara fair oleh organisasi? Unsur yang harus
    diperhatikan: penilaian kinerja dilakukan secara adil, peraturan organisasi
    memihak secara seimbang baik terhadap karyawan maupun organisasi,
    implementasi peraturan organisasi dilakukan secara adil dan merata, gaji
    diberikan sesuai kontribusi karyawan
  2. Trusted in the job
    Apakah karyawan dipercaya dalam pekerjannya? Faktor ini mencakup :
    dipercaya menggunakan dan menguasai asset organisasi untuk tujuan yang
    tepat, didorong mencoba cara dan metode baru dalam melakukan pekerjaan,
    mengatur waktu sendiri dalam bekerja, diberi keleluasaan membuat
    keputusan, dipercaya mengetahui informasi (terbatas) mengenai organisasi.
  3. Availability of the right resources
    Apakah karyawan diberikan sumber daya yang memadai untuk dapat bekerja
    dengan baik? Faktor ini menggambarkan tersedianya peralatan dan
    perlengkapan kerja, pelatihan dan peluang pengembangan diri, tersedianya
    waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan, jumlah personel yang
    memadai untuk merampungkan pekerjaan.
  4. Genuine care and concern for employee
    Apakah organisasi memperlihatkan perhatian dan kepedulian yang tulus
    terhadap kondisi karyawan? Faktor ini dijabarkan atas kepedulian terhadap
    perasaan karyawan dalam bekerja di organisasi, tunjangan keluarga, organisasi
    memikirkan karir jangka panjang karyawan, umpan balik mengenai kinerja,
    organisasi membantu bila kebutuhan mendesak.
  5. Having a well – defined job
    Apakah karyawan memiliki pekerjaan yang terdefinisi dengan jelas? Unsur-
    unsur yang dapat menjelaskan faktor ini adalah deskripsi kerja yang jelas,
    target jangka pendek yang gamblang, tidak ada perintah yang simpang siur,
    hasil yang diharapkan atasan harus jelas.
    Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa terdapat tiga pilar besar dalam
    komitmen, yaitu: a sense of belonging to the organization; a sense of excitement
    in the job; dan pentingnya rasa memiliki (ownership). Serta terdapat lima
    factor kunci untuk mengembangkan komitmen karyawan pada organisasi, yaitu :
    Fairness at work, Trusted in the job, Availability of the right resources, Genuine
    care and concern for employee, Having a well – defined job.