Pengertian Work-family conflict


Keseimbangan menjalankan peran dalam pekerjaan dan keluarga menjadi
sulit dijalankan mengingat tingginya tuntutan yang diberikan di tempat kerja saat
ini. Individu dituntut untuk dapat menjalankan beberapa peran secara bersamaan
(Fotiadis et al., 2019). Work-family conflict didefinisikan sebagai sejauh mana
pekerjaan individu tidak sesuai dengan kehidupan keluarga (Grzywacz & Butler,
2008). Konflik ini telah menjadi perhatian luas bagi manajer, karyawan dan
keluarga terkait bagaimana mengurangi dampak negatif yang diberikan (Kossek et
al., 2014). Penyebab paling umum terjadinya work-family conflict adalah jam
kerja yang panjang, stres kerja, kelelahan kerja, ketidakpuasan, dan konflik peran
(Maertz et al., 2019). Stres yang ditimbulkan dalam lingkungan kerja serta beban
kerja yang berlebihan memungkinkan timbulnya work-family conflict karena
efeknya yang menyerang fisik dan emosional pekerja (Baeriswyl et al., 2016).
Adanya persaingan antar organisasi yang tinggi dan globalisasi yang terus
membebani pekerja dan organisasi, menuntut mereka untuk tetap terbuka dan
responsif terhadap setiap perubahan dalam dunia kerja (Babic et al., 2020).
Peningkatan tekanan ini memungkinkan pekerja mengalami kesulitan dalam
mengelola peran dalam keluarga dan pekerjaannya (Kuschel, 2017). Work-family
conflict menimbulkan stres bagi karyawan dan anggota keluarga yang memicu
pertengkaran dan konflik antarpribadi dengan pasangan, anak, rekan kerja maupun
atasan saat tuntutan kerja tidak dapat diselesaikan dengan maksimal. Pekerja yang
dilanda work-family conflict cenderung mudah marah dan frustrasi, mengalami
cemas dan lelah berlebihan, dan berbagai bentuk ketegangan lainnya yang
menyebabkan ketidakbahagiaan (Spector, 2022).