Teori Stakeholder ( Stakeholder theory )


Stakeholder merupakan semua pihak yang keberadaannya sangat
mempengaruhi dan dipengaruhi perusahaan, seperti: karyawan, masyarakat,
perusahaan pesaing dan pemerintah. Daud dan Abrar (2008), berpendapat bahwa
kelompok tersebut menjadi pertimbangan paling penting untuk perusahan
mengungkapkan informasinya.
Menurut Ghozali dan Chariri (2007:409), teori Stakeholder merupakan teori
yang menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi
untuk kepentingan sendiri, namun harus memberikan manfaat kepada seluruh
stakeholder-nya (pemegang saham, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah,
masyarakat, analis, dan pihak lain). Kelompok stakeholder inilah yang menjadi
bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengungkap atau tidak
suatu informasi di dalam laporan perusahaan tersebut.
Menurut Anthony dan Nanik (2015:47), teori stakeholder merupakan teori
yang menjelaskan bagaimana manajemen memenuhi atau mengelola harapan para
stakeholder. Hal ini menunjukkan perusahaan tidak hanya beroperasi untuk
kepentingannya sendiri, namun harus memberikan manfaat bagi stakeholdersnya,
dimana salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan Corporate
Social Responsibility (CSR) sebagai strategi bisnisnya. Para stakeholders akan
memberikan dukungan penuh kepada aktivitas perusahaan apabila pengungkapan
Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dilakukan dengan baik yaitu
melakukan pengungkapan informasi lingkungan dan sosial secara sukarela,
senantiasa peduli terhadap lingkungan dengan mendasarkan kegiatan usaha pada
prinsip triple bottom lines sehingga tujuan perusahaan untuk meningkatkan
kinerja dan mencapai laba dapat tercapai.
Keberadaan perusahaan itu tergantung oleh dukungan yang diberikan oleh
stakeholder-nya. Oleh sebab itu, dukungan dari stakeholder sangat mempengaruhi
keberadaan suatu perusahaan. Keputusan manajemen harus memperhatikan
stakeholder-nya untuk meningkatkan nilai perusahaan. Stakeholder juga
mempunyai hak terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh manajemen
perusahaan, seperti halnya pemegang saham, Stakeholder merupakan semua
pihak, internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi ataupun dipengaruhi
oleh perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung (Handriyani,
2013:3).
Kaitannya dengan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah segala
informasi yang diberikan perusahaan mengenai kinerja perusahaan kepada
stakeholder tidak hanya didasarkan pada kinerja keuangan saja. Corporate Social
Responsibility (CSR) mampu memberikan informasi tambahan mengenai
tanggung jawab sosial dan lingkungan yang telah dilakukan perusahaan yang
nantinya juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Corporate Social
Responsibility (CSR) mengharuskan perusahaan untuk bertanggung jawab kepada
stakeholder dan melaporkan pertanggungjawaban yang telah dilakukan oleh
perusahaan.