Teori Sinyal ( signal theory )


Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah
perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal dapat
berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut
lebih baik daripada perusahaan lain (Gatot, dkk 2014:64).
Teori sinyal membahas mengenai dorongan perusahaan untuk
mengungkapkan informasi kepada pihak eksternal karena terjadi asimetri
informasi antara manajemen dengan pihak eksternal. Oleh sebab itu, semua
informasi perusahaan, baik itu informasi keuangan maupun non keuangan harus
diungkapkan oleh perusahaan. Salah satu informasi tersebut adalah tentang
aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan, yang
diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Perusahaan mengungkapkan
Corporate Social Responsibility (CSR) dengan harapan dapat meningkatkan nilai
perusahaan (Rustiarini, 2010).
Tujuan dari pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut
adalah untuk memberikan sinyal kepada para investor bahwa perusahaan tidak
hanya sekedar menyajikan informasi keuangan melainkan perusahaan juga tetap
peduli pada lingkungan sekitar perusahaan. Signaling theory menekankan bahwa
perusahaan pelapor dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pelaporannya.
Sinyal tersebut diharapkan mampu diterima secara positif oleh pasar sehingga
nantinya akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan implementasinya terhadap
nilai perusahaan