Tantangan/Kesulitan dalam Implementasi Strategi


Hal yang cukup krusial yang harus menjadi perhatian organisasi dari awal adalah
harus bisa mengetahui perbedaan atau bisa membedakan mana perumusan strategi dan
mana yang merupakan pelaksanaannya. Lianto (2011:16) menjelaskan bahwa dari
informasi yang didapat dari penelitian majalah fortune, dikatakan bahwa 70 persen dari
kegagalan yang tejadi oleh organisasi/CEO bukan ber-akibat dari kurang maksimal nya
strategi yang dimiliki, akan tetapi karena melainkan tidak maksimal dalam melakukan
kegiatan implementasi strategi yang sudah dibentuk. Dijelaskan juga oleh Kaplan dan
Norton dalam Lianto (2011:16), menurut Kaplan dan Norton ketika melaksanakan
strategi yang telah dibentuk organisasi, hanya 10 persen organisasi yang bisa me- realisasi
kan strategi yang telah dientuk organisasi nya.

  • Hambatan atau Kendala dalam Implementasi Strategi
    Dari adanya kesusahan, rintangan serta tantangan yang dialami suatu organisasi
    dalam proses me- realisasi kan strateginya, banyak pula kendala – kendala atau hambatan
    yang semestinya dituntaskan yang bertujuan agar strategi bisa berlangsung secara efesien
    dan juga efektif.
    Menurut Niven dalam Lianto (2011:16-17) mengungkapkan bahwasanya
    terdapat adanya 4 kendala atau 4 kendala dalam menerapkan strategi :
  • Hambatan/kendala visi
    Kendala yang terdapat dalam visi dapat terjadi karena kurang efektif nya
    komunikasi dalam hal visi yang sudah dibentuk. Penerapan dari suatu strategi merupakan
    hasil yang berasal dari sebuah tindakan. Tindakan mengumpamakan persepsi yang mana
    berasal dari kesadaran. Apabila dilakukan pengembangan dari suatu strategi akan tetapi
    tidak dikomunikasikan dengan baik kepada karyawan atau pegawai, bisa dipastikan
    bahwa semaksimal dan sebagus apapun strategi hanya sebatas sebagai kumpulan kata –
    kata. Adanya ketidakpahaman visi oleh anggota organisasi lumrah nya disebabkan oleh
    rumusan yang terlalu berbelit – belit atau terlalu panjang, pengertian yang kurang jelas,
    atau pemakaian bahasa yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan anggota organisasi
    sulit untuk mencerna nya.
  • Hambatan atau kendala Pelaku
    Karena pegawai atau karyawan dapat dikatakan human capital yang critical
    supaya organisasi dapat menuju visinya. Untuk meningkatkan semangat dan kemauan
    pegawai dalam menerapkan strategi, organisasi harus bisa mendeskripsikan dengan
    secara detil kaitan antara pelaksanaan strategi dengan insentif yang diberikan harus lah
    jelas hubungan nya dengan kinerja.
  • Hambatan atau kendala Manajemen
    Dalam kendala atau hambatan yang ada dalam sektor manajemen, lazim nya para
    manajer hanya bergantung dengan hasil nya saja, sehingga mengabaikan suatu proses dari
    strategi yang telah dibangun. Dalam hal lain, menurut Kaplan dan Norton, hanya 85
    persen tim eksekutif yang meluangkan waktu kurang dari 60 menit setiap bulan nya untuk
    melakukan kegiatan diskusi yang membahas strategi, sehingga waktu yang terbatas
    tersebut akhirnya menimbulkan akibat strategi tidak terlaksana dengan maksimal dan
    juga tidak efektif.
  • Hambatan atau kendala Sumberdaya
    Hambatan atau kendala ini berkaitan dengan modal (anggaran). Mengacu pada
    Kaplan dan Norton, Kaplan dan Norton menyatakan bahwa 60% organisasi tidak
    memadukan antara anggaran dengan strategi. Hal tersebut menurut Kaplan dan Norton
    merupakan kesalahan yang fatal, akan tetapi sering dilakukan oleh oragnisasi. Dikatakan
    fatal karena jika anggaran tidak dihubungkan dengan strategi, lantas dengan apa
    anggaran tersebut terkait? Yang semesti nya dilakukan adalah menurut strategi, tindakan
    apa yang men diferensiasi dengan kompetitor dan sumberdaya apa yang dibutuhkan
    organisasi.
    Dari beberapa pengertian para ahli tersebut, penulis memilih menggunakan teori
    Strategi dari teori strategi Henry Mintzberg dalam penelitian ini untuk menjawab dari
    adanya rumusan masalah penelitian di awal. Teori ini bisa disimpulkan dengan
    menggunakan 5 indikator yaitu Strategi Plan (Rencana dan Tujuan Program), Ploy
    (Rancangan Tindakan), Pattern (Tindakan Yang Dilakukan Berulang), Position
    (Adaptasi Terhadap Lingkungan), Perspective (Cara Pandang)