Menurut Etta dan sopiah (2013:99) Ada lima macm perseptif kualitas yang
berkembang. Kelima macam perspekti inilah yang menjelaskan mengapa kualitas
bisa diartikan secara beraneka ragam oleh orang yang berbeda dalam situasi
berlainan. Adapun kelima macam perspektif kualitas tersebut adalah:
- Pendekatan Transendental
Dalam penedekatan ini kualitas di pandang sebagai keunggulan bawaan (innate
excellence), dimana kualitas dapat dirasakan atau diketahui, tetapi sulit
didefinisikan dan dioperasionalisasikan. - Pendekatan Berbasis Produk.
Pendekatan ini menggap bahwa kualitas merupakan karakteristik atau atribut
yang dapat di kuantitatifkan dan dapat diukur. - Pendekatan Berbasi Pengguna
Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada
orang yang memandangnya sehingga produk yang paling memuaskan
perferensi seseorang. - Pendekatan Berbasis Manufaktur
Prespektif ini bersifat berdasarkan pasokan (suppley-based) dan cara khusus
memperhatikan prakti-praktik perekayasaan dan kemanufakturan dengan
persyaratan. - Pendekatan Berbasis Nilai.
Kualitas dalam persepektifnya ini bersifat relatif sehingga produk yang paling
bernialai dalah barang atau jas yang paling tepat untuk dibeli (best-buy)
