Karakteristik Layanan


Kotler (2016) mengemukakan bahwa jasa atau layanan memiliki empat
karakteristik utama yaitu:

  1. Intangibility (tidak berwujud)
    Jasa atau layanan berbeda secara signifikan dengan barang fisik. Bila barang
    merupakan suatu objek, benda, material yang bisa dilihat, disentuh dan dirasa
    dengan panca indra, maka jasa atau layanan justru merupakan suatu
    perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance) atau usaha
    yang sifatnya abstrak. Bila barang dapat dimiliki, maka jasa/layanan
    cenderung hanya dapat dikonsumsi tetapi tidak dapat dimiliki (non-
    ownership). Jasa juga bersifat intangible, artinya jasa tidak dapat dilihat,
    dirasa, dicium, didengar atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Seorang
    konsumen jasa tidak dapat menilai hasil dari sebuah jasa sebelum ia
    mengalami atau mengkonsumsinya sendiri.
  2. Inseparability (tidak terpisahkan)
    Barang biasanya diproduksi terlebih dahulu, kemudian dijual, baru
    dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian
    diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama. Interaksi
    antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus dalam pemasaran
    jasa layanan bersangkutan. Keduanya mempengaruhi hasil (outcome) dari
    jasa/layanan bersangkutan. Hubungan antara penyedia jasa dan pelanggan ini,
    efektivitas staff layanan merupakan unsur kritis. Implikasinya, sukses
    tidaknya jasa atau layanan bersangkutan ditunjang oleh kemampuan
    organisasi dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi, penilaian kinerja,
    system kompensansi, pelatihan, dan pengembangan karyawan secara efektif.
  3. Variability
    Layanan sangat bervariasi. Kualitas tergantung pada siapa yang menyediakan
    mereka dan kapan dan dimana kualitas layanan disediakan. Ada beberapa
    penyebab variabilitas layanan dimana jasa diproduksi dan dikonsumsi secara
    bersama-sama sehingga membatasi control kualitas. Permintaan yang tidak
    tetap membuat sulit untuk memberikan produk yang konsisten dan tetap
    selama permintaan tersebut berada dipuncak. Tingginya tingkat kontak antara
    penyedia layanan dan tamu, berarti bahwa konsistensi produk tergantung
    pada kemampuan penyedia layanan dan kinerja pada saat yang sama. Seorang
    tamu dapat menerima pelayanan yang sangat baik selama satu hari dan
    mendapat pelayanan dari orang yang sama keesokan harinya.
  4. Perishability (tidak tahan lama)
    Perishability berarti bahwa jasa atau layanan adalah komoditas yang tidak
    tahan lama, tidak dapat disimpan untuk pemakaian ulang di waktu yang akan
    datang, dijual kembali, atau dikembalikan. Permintaan jasa juga bersifat
    fluktuasi dan berubah, dampaknya perusahaan jasa seringkali mengalami
    masalah sulit. Oleh karena itu perusahaan jasa merancang strategi agar lebih
    baik dalam menjalankan usahanya dengan menyesuaikan permintaan dan
    penawaran.
    Kotler dan Amstrong (2016:261) mengemukakan ada 3 (tiga) karakteristik
    pelayanan, yaitu:
    a. Lebih bersifat tidak berwujud daripada berwujud (more intangible than
    tangible)
    b. Produksi dan konsumsi bersamaan waktu ( simultaneous production and
    consumption).
    c. Kurang memiliki standard an keseragaman (less standardized and uniform)