Faktor yang Mempengaruhi Citra Merek


Membangun Brand Image yang positif dapat dicapai dengan program
marketing yang kuat terhadap produk tersebut, yang unik dan memiliki kelebihan
yang ditonjolkan, yang membedakannya dengan produk lain. Kombinasi yang
baik dari elemen-elemen yang mendukung (seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya) dapat menciptakan Brand Image yang kuat bagi konsumen. Keller
(dalam Alfian B, 2017: 26) mengemukakan faktor-faktor terbentuknya citra merek
atara lain:

  1. Keunggulan produk merupakan salah satu faktor pembentuk Brand Image,
    dimana produk tersebut unggul dalam persaingan. Karena keunggulan kualitas
    dan ciri khas itulah yang menyebabkan suatu produk mempunyai daya tarik
    tersendiri bagi konsumen. Favorability of brand association adalah asosiasi
    merek dimana konsumen percaya bahwa atribut dan manfaat yang diberikan
    oleh merek akan dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginan
    mereka sehingga mereka membentuk sikap positif terhadap merek.
  2. Kekuatan merek merupakan asosiasi merek tergantung pada bagaimana
    informasi masuk kedalam ingatan konsumen dan bagaimana proses bertahan
    sebagai bagian dari citra merek. Kekuatan asosiasi merek ini merupakan fungsi
    dari jumlah pengolahan informasi yang diterima pada proses ecoding. Ketika
    seorang konsumen secara aktif menguraikan arti informasi suatu produk atau
    jasa maka akan tercipta asosiasi yang semakin kuat pada ingatan konsumen.
    Pentingnya asosiasi merek pada ingatan konsumen tergantung pada bagaimana
    suatu merek tersebut dipertimbangkan. Dalam membuat kekuatan asosiasi
    merek dapat melalui bauran promosi komunikasi pemasaran (promotion mix).
    Bauran promosi adalah kombinasi dari penjualan tatap muka, periklanan,
    promosi penjualan, publisitas dan hubungan yang membantu pencapaian tujuan
    penjualan.
  3. Keunikan merek adalah asosiasi terhadap suatu merek mau tidak mau harus
    terbagi dengan merek-merek lain. Oleh karena itu, harus diciptakan
    keunggulan bersaing yang dapat dijadikan alasan bagi konsumen untuk
    memilih suatu merek tertentu. Dengan memposisikan merek lebih mengarah
    kepada pengalaman atau keuntungan diri dari image produk tersebut. Dari
    perbedaan yang ada, baik dari produk, pelayanan, personil, dan saluran yang
    diharapkan memberikan perbedaan dari pesaingnya, yang dapat memberikan
    keuntungan bagi produsen dan konsumen.
    Semakin bagus citra merek (brand image) sebuah produk, maka akan
    semakin banyak konsumen yang tertarik untuk membeli dan kloyal kepada
    produk tersebut