Aspek-aspek Konflik kerja-keluarga (work family conflict)


Beberapa ahli mengemukakan beberapa aspek dari konflik kerja-keluarga,
Adapun Greenhaus & Beutell (1985) menghasilkan tiga aspek dari konflik kerja-
keluarga, yaitu:
a. Berdasarkan waktu, yaitu konflik yang terjadi karena waktu yang digunakan
untuk memenuhi satu peran tidak dapat digunakan untuk memenuhi peran
pekerjaan rumah tangga. Kesulitan dalam menjadwalkan kegiatan dan waktu
yang terbatas saat menjalan kedua peran antara pekerjaan dan keluarga.
b. Berdasarkan tekanan, yaitu mengacu kepada munculnya ketegangan atau
keadaan emosional yang dihasilkan oleh salah satu peran membuat seseorang
sulit untuk memenuhi peran yang lain. Sebagai contoh, orang tua yang
seharian bekerja, ia akan merasakan lelah dan hal ini membuat nya sulit untuk
duduk nyaman menemani anaknya menyelesaikan pekerjaan rumah.
Ketegangan peran ini bisa termasuk stress, tekanan darah meningkat,
kecemasan, keadaan emosional dan sakit kepala.
c. Berdasarkan perilaku, yaitu konflik yang muncul ketika pengharapan dari
suatu perilaku yang berbeda dengan pengharapan dari perilaku peran lainnya.
Ketidaksesuaian perilaku individu ketika bekerja dan ketika dirumah, yang
disebabkan perbedaan aturan perilaku orang tua bekerja yang biasanya sulit
menukar peran yang dijalani satu dengan yang lain