Asimetri informasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
investasi perusahaan karena akan membuat keputusan investasi menjadi
kurang berkualitas (Sari dan Suaryana, 2014). Keberadaan asimetri
informasi ini akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan awal dari
investasi perusahaan, yaitu peningkatan kekayaan pemegang saham.
Berdasarkan perspektif teori agensi, terdapat beberapa macammekanisme
pengendalian untuk mengurangi asimetri informasi dan risiko informasi,
serta pengawasan aktivitas manajerial yang lebih baik, seperti melalui
peningkatan kualitas pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan
keuangan (Healy dan Palepu, 2001; Hope dan Thomas, 2008). Mengacu
pada hal tersebut, beberapa tahun terakhir sejumlah peneliti
mengembangkan penelitian mengenai pengaruh kualitas pelaporan
keuangan terhadap efisiensi investasi. Hal ini dikarenakan kualitas
pelaporan keuangan yang lebih tinggi akan membuat manajer lebih
bertanggung jawab karena pengawasan akan lebih baik, sehingga asimetri
informasi akan berkurang, begitu pula adverse selection dan moral hazard.
Kualitas pelaporan keuangan yang tinggi juga dapat mengurangi masalah
overinvestment dan underinvestment dan meningkatkan efisiensi investasi.
Hal tersebut dapat terjadi karena kualitas pelaporan keuangan yang tinggi
memungkinkan manajer untuk membuat keputusan investasi melalui
identifikasi proyek yang lebih baik dan menyajikan angka-angka akuntansi
yang lebih tepat guna pembuatan keputusan internal (Bushman dan Smith,
2001; McNichols dan Stubben, 2008). Menurut Biddle et al. (2009)
hubungan antara kualitas pelaporan keuangan dan efisiensi investasi adalah
terkait dengan pengurangan asimetri informasi antara perusahaan dan pihak
eksternal penyedia modal. Sebagai contoh, kualitas pelaporan yang tinggi
memungkinkan perusahaan untuk menarik modal investor melalui proyek
dengan Net Present Value (NPV) positif dan mengurangi adverse selection
dalam penerbitan surat berharga. Selain itu, penelitian terdahulu
berpendapat dan menemukan bukti bahwa peningkatan kualitas pelaporan
keuangan akan mengurangi sensitivitas arus kas investasi (Biddle dan
Hillary, 2006) dan manajemen laba. Manajemen laba akan mengarah pada
overinvestment karena manajemen laba mendistorsi informasi yang
digunakan oleh manajer (McNichols dan Stubben, 2008). Berdasarkan
perdebatan ini, Biddle et al. (2009) menguji pengaruh kualitas pelaporan
keuangan terhadap inefisiensi investasi, yaitu kondisi overinvestment dan
underinvestment pada perusahaan yang listing di bursa Amerika, sementara
Chen et al. (2011) menguji perusahaan privat pada pasar yang sedang
berkembang. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas
pelaporan keuangan membantu perusahaan yang mengalami masalah
underinvestment untuk berinvestasi dan perusahaan yang mengalami
masalah overinvestment. GarcĂa-Lara et al. (2010) 27 menemukan bahwa
konservatisme mengurangi baik masalah overinvestment maupun
underinvestment, karena konservatisme mengurangi sensitivitas arus kas
investasi dalam perusahaan yang mengalami masalah overinvestment dan
memudahkan akses pendanaan eksternal pada perusahaan yang mengalami
underinvestment
