Keputusan pendanaan berpengaruh terhadapkebijakan investasi

Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan akan menghasilkan
laba apabila yang optimal apabila dibiayai oleh hutang dan modal sendiri
dengan komposisi yang optimal. Perusahaan yang tidak mampu
memanfaatkan kesempatan investasi, akan mengalami pengeluaran yang
lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Khanqah
(2013:149) mengenaihubungan antara keputusan investasi
dan keputusan pendanaan menemukan bahwa dalam
kondisi ketidakpastian yang rendah. Terdapat hubungan
negatif antara keputusan investasi dan keputusan
pendanaan.
Menurut Brigham dan Houston (2001) dalam Wijaya
dan Wibawa (2010), menyatakan bahwa peningkatan
hutang diartikan oleh pihak luar tentang kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban di masa yang
akan datang atau adanya risiko bisnis yang rendah, hal
tersebut akan direspon oleh pasar. Terdapat dua
pandangan mengenai keputusan pendanaan. Pandangan
pertama dikenal dengan pandangan tradisional yang
menyatakan bahwa struktur modal mempengaruhi nilai
perusahaan. Peningkatan pendanaan melalui utang
merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi biaya
keagenan. Hutang dapat mengendalikan manajer untuk
mengurangi tindakan perquisites dan kinerja perusahaan
menjadi lebih efisien sehingga penilaian investor terhadap
perusahaan akan meningkat. (Arieska dan Gunawan,
2011).