Laporan Keuangan


Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia yaitu:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan
bagian integral dari laporan keuangan” (SAK,2015:2)
Pada SAK (2015:2) Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan menyatakan bahwa terdapat tujuh pengguna laporan keuangan, yaitu
investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, dan kreditur usaha lainnya,
pelanggan, pemerintah, dan masyarakat.
Ada 4 karakteristik kualitatif pokok laporan keuangan di dalam SAK (2015:5-8),
yaitu dapat dipahami, relevan,andal, dan dapat diperbandingkan. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini,
pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi
dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan
yang wajar. Relevan dalam artian agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk
memenuhi kebutuhan pengguna dalam proses pengambilan keputusan. Informasi juga
harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian
yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai
penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan
atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Dapat dibandingkan artinya
pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan organisasi antar periode
untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga
harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar organisasi untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia yaitu:
“Memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas
entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan
dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil
pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan
kepada mereka.” (SAK, 2015:3)