Menurut Lestari & yudhanegara (2015) self-Concept merupakan suatu
sususan tentang persepsi-persepsi diri. Persepsi diri tersebut diantara lain :
persepsi seorang individu mengenai karakteristik dan kemampuannya, persepsi
seseorang tentang dirinya terhadap orang lain dan lingkungan, persepri
seseorang tentang kualitas nilai yang berkaitan dengan pengalaman dirinya dan
objek yang dihadapi, serta tujuan-tujuan dan cita-cita yang dipersipkan sebagai
sesuatu yang memiliki nilai positif dan negatif.
Menurut Brehm & Kassin (2017) mengemukakan bahwa “Self-concept is a
combination of beliefs about ourself and the personal attributes we have.” Self-
concept adalah gabungan keyakinan tentang diri pribadi dan atribut-atribut
personal yang dimiliki.
Menurut Solomon (2018:201) menjelaskan bahwa “The self-concept
summarizes the beliefs a person holds about his or her own attributes and how
he or she evaluates the self on these qualities. Although your overall self-concept
may be positive, there certainly are parts of it you evaluate more positively than
others.” Konsep diri meringkaskan keyakinan yang dipegang seseorang tentang
sifat-sifatnya sendiri dan bagaimana dia mengevaluasi diri berdasarkan kualitas-
kualitas ini. Meskipun konsep diri Anda secara keseluruhan mungkin positif,
pasti ada bagian yang Anda nilai lebih positif daripada yang lain.
Menurut Atika Hermanda (2019) “Character or personality of a person
who shapes perceptions of oneself so that it influences their consumption
behavior” Karakter atau kepribadian seseorang yang membentuk persepsi
tentang diri sendiri sehingga mempengaruhi perilaku konsumsi mereka.
Menurut Widayati, W. (2018) self concept adalah persepsi seseorang
terhadap dirinya, lingkungan, dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya
