Agar seseorang dapat mengalami flow, maka seseorang harus
harus memenuhi beberapa syarat, yaitu;
a. Goal
Untuk dapat mengalami flow seseorang harus memiliki
tujuan dalam setiap aktifitas yang sedang dilakukannya. Tujuan
yang dimiliki oleh seseorang akan dapat memberikan daya gerak
yang membuatnya mengeluarkan seluruh kemampuan dan usaha
yang dimiliki menuju ke tujuannya. Tujuan yang bermakna
dapat menjadi penggerak yang efektif, bahkan ketika orang
tersebut sedang menghadapi berbagai kesulitan.91
b. Feedback
Aktifitas apapun yang dilakukan seseorang meskipun
dengan rentang waktu yang singkat namun sudah dapat
memberikan gambaran yang jelas bagi seseorang tentang apa
yang sedang dilakukannya, seperti apakah yang dilakukannya
sudah cukup baik atau belum, ataukah masih buruk dan perlu
banyak perbaikan. Saat memperoleh feedback terbaik ini, maka
seketika itu mereka akan dapat memutuskan untuk
mempertahankan atau mengubah aktifitas mereka. Feedback
dapat berasal dari diri sendiri , orang lain, ataupun orang
ketiga.
c. High Skill
Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki sesseorang
dalam suatu bidang maka kemungkinan untuk terjadinya hal –
hal yang baru akan makin terbuka lebar dan kreaktifitas dalam
bidang tersebut akan semakin meningkat. Keterampilan yang
semakin tinggi akan membuat dunia yang digeluti akan selalu
terasa segar karena banyak kemungkinan baru yang senantiasa
muncul. Selain itu semakin tinggi keterampilan seseorang maka
akan semakin menarik aktifitas itu dan semakin mudah
seseorang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang
mampu dilakukannya dalam bidang tersebut.
Keterampilan tinggi juga dapat membuat seseorang
melakukan suatu aktifitas dengan semakin tidak self-counsious.
Karena saat seseorang baru mulai belajar melakukan sesuatu,
maka ia akan sangat self-counsious, dan ceroboh, sehingga ia
akan melakukan aktifitas tersebut dengan tidak mengalir dan
penuh dengan daya upaya, hal tersebut dapat mengurangi
keluwesan dan kemungkinan – kemungkinan kreatif. Namun
jika seseorang sudah memiliki keterampilan yang tinggi maka ia
akan dapat membuat aktifitas yang sedang dikerjakannya
semakin mengalir, luwes, langsung, responsif, tidak dipikir lebih
dulu, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang sangat
lancar dengan realitas, serta terbukanya kemungkinan –
kemungkinan baru yang muncul seketika saat aktifitas tersebut
berlangsung.
d. Optimal Challenge
Syarat terakir adalah tantangan dengan tingkat kesulitan
yang cukup tinggi, sehingga tantangan tersebut membuat
seseorang perlu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan
keterampilan yang dimilikinya. Untuk dapat merasakan flow,
tantangan tersebut tidak boleh terlalu mudah, karena jika
tantangan tersebut dinilai sangat mudah akan dapat
menyebabkan kebosanan, tetapi juga tidak boleh terlalu sulit,
karena dapat menyebabkan kecemasan. Tingkat kesulitan yang
dihadapi seseorang harus setara atau berada sedikit lebih tinggi
dari tingkat keterampilan yang dimiliki, sehingga ia harus
mengeluarkan seluruh keterampilannya untuk menghadapi
tantangan tersebut. Ketika menghadapi tantangan yang sulit
itulah seseorang akan baru dapat merealisasikan dan menyadari
seluruh keterampilan yang telah dimilikinya. Bahkan tak jarang
keterampilan yang baru muncul pada saat itu, keterampilan yang
ia sendiri tidak tahu sebelumnya bahwa ia mampu
melakukannya, hal ini muncul karena panggilan keadaan.
Emerging skills adalah kondisi dimana seseorang telah
menyentuh dan melewati batas kemampuan dirinya atau disebut
dengan momen bertumbuh (growth moment)
saat seseorang mengalami tantangan yang sulit dia akan
memunculkan emerging skills. Emerging skills adalah berbagai
