Flow Experience


Flow experience telah menjadi satu faktor yang penting dan signifikan dalam
dunia ritel secara online (Kazancoglu & Demir, 2021). Flow menggambarkan situasi
yang optimal di mana seseorang atau individu tersebut dapat terpengaruh secara
kognitif, seperti merasa asik dengan siklus temporal dan suatu tindakan, merasa
memiliki motivasi pada saat merasakan kesenangan, merasakan konsentrasi,
merasa memiliki keterlibatan secara mendalam dan juga memiliki perasaan untuk
dapat memegang kendali suatu situasi (Csikszentmihalyi, 2008 : 72). Teori ini
menjelaskan bawah seseorang akan mencapai flow experience adalah ketika
memiliki ketrampilan dan tantangan serta online flow yang akan muncul karena
adanya interaksi antara kedua komponen tersebut (Kazancoglu & Demir, 2021).
Flow merupakan keadaan yang membutuhkan konsentrasi yang terfokus sehingga
dapat mencapai penyerapan mutlak dalam suatu aktivitas yang dilakukan
(Csikszentmihalyi, 2008 : 77). Teori flow experience memiliki tujuan untuk
menyelidiki alasan di balik perilaku yang dilakukan oleh konsumen dengan
kesenangan dan kebahagiaan tanpa mengharapkan suatu imbalan, seperti uang,
barang, dan lain sebagainya (Kazancoglu & Demir, 2021).
Menurut buku dari (Csikszentmihalyi, 2008: 60) mengatakan bahwa
konsumen yang mencoba untuk mengendalikan apa yang dilakukan dan nasib dari
konsumen itu sendiri, maka konsumen akan merasakan kegembiraan dan
kesenangan yang mendalam. Pengalaman yang konsumen dapatkan begitu
24
menyenangkan, sehingga beberapa konsumen rela untuk menanggung segala
macam biaya yang cukup tinggi untuk dapat mencapai pengalaman menyenangkan
tersebut (Kazancoglu & Demir, 2021). Flow experience ini membuat konsumen
merasa bahwa konsumen memiliki kendali akan keputusan dan tindakan yang akan
dilakukan, konsumen juga dapat merasakan kenikmatan sembari melakukan
aktivitas lainnya (Mahfouz et al., 2020). Flow experience adalah keadaan dimana
orang-orang yang terlibat di dalam suatu kegiatan sehingga tidak ada hal lain yang
penting; pengalaman itu sendiri sangat menyenangkan sehingga orang akan
melakukan kegiatan tersebut bahkan dengan biaya yang cukup mahal untuk dapat
melakukan kegiatan tersebut (Csikszentmihalyi, 2008: 4). Untuk dapat mendorong
flow experience, baik situs web maupun aplikasi pada seluler juga perlu untuk
merangsang dan merespon flow experience yang dirasakan oleh pengguna
(Mahfouz et al., 2020).
Ketika seseorang merenungkan lebih jauh mengenai apa yang membuat hidup
terasa lebih berharga, individu tersebut cenderung bergerak melampaui kenangan
yang menyenangkan dan mulai untuk mengingat peristiwa lainnya secara tumpeng
tindih namun bagi individu tersebut terasa menyenangkan (Csikszentmihalyi, 2008:
46). Mahfouz et al., 2020 mengatakan bahwa penerapan dari flow theory dalam
konteks untuk berbelanja online, merupakan hal yang signifikan untuk dapat
memahami perilaku konsumen. Flow experience harus dibagi menjadi kondisi
untuk dapat mencapai flow dan output psikologis yang akan mengikuti untuk dapat
mencapai pengalaman secara optimal (Hamari & Koivisto, 2014). Ketika sedang
berada dalam flow, biasanya kita tidak akan merasakan kebahagiaan, alasan
25
sederhananya karena ketika sedang berada dalam flow, seseorang hanya akan
merasakan apa yang relevan dengan aktivitas yang dilakukan tersebut
(Csikszentmihalyi, 2008: 48)