Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mihalyi
Csikszentmihalyi bahwa setiap orang yang mengalami flow memiliki
karakteristik khusus, yaitu atensi terpusat penuh, penyatuan antara
tindakan dan kesadaran, ada rasa kebebasan, pudarnya self-
counsiusness, dan transformasi dalam penghayatan akan waktu
Atensi Terpusat Penuh
Flow di mulai ketika seseorang menghadapi tantangan
yang sulit, sehingga ia harus mengerahkan seluruh kemampuan
dan keterampilannya. Kesulitan akan membuat atensi menjadi
terfokus hanya terarah pada hal – hal yang relevan dalam
pengerjaan aktifitas tersebut. Pemusatan atensi ini akan terus
dipertahankan dan dipertajam ketika pertemuan dengan
kesulitan itu semakin intens. Ketika seseorang telah memasuki
zona flow, yaitu ketika terjadi interaksi yang sangat baik,
langsung, dan mengalir antara tantangan dengan keterampilan
yang dimiliki. Atensi menjadi stabil, effortless, dan
menghasilkan kejernihan persepsi. Saat telah berada dalam zona
flow, seseorang tidak perlu memelihara atensinya, karena secara
otomatis atensinya akan terfokus dan sulit untuk dialihkan.
Dalam atensi tersebut, maka persepsi akan detail – detail
pengalaman yang dialami akan terasa sangat jelas. Seseorang
seolah menjalankan aktifitas ini dalam gerakan lambat sehingga
semua detail yang terjadi dapat diamati dan dihayati dengan
jelas.
b. Penyatuan antara tindakan dan kesadaran
Semakin dekat jarak seseorang dengan zona flow, maka
antara tindakan dan kesadarannya akan semakin menyatu
Tindakan dan kesadarannya menjadi tidak terpisahkan, apa yang
disadari seseorang bukanlah hal lain kecuali apa yang sedang
dilakukannya. Di saat seperti ini ada rasa total kontrol yang
dihayati oleh seseorang yang sedang mengalami flow yaitu
penghayatan bahwa ia dapat mengendalikan situasi dan
mengendalikan semua tindakannya dengan baik. Apa yang ingin
dilakukannya berjalan dengan baik dan dia dapat membaca
situasi dengan akurat sehingga dapat memegang kendali atas
situasi tersebut, sekalipun di mata orang lain dia terlihat seperti
kewalahan dan terancam berbagai resiko namun bagi seseorang
yang sedang mengalami flow dia justru sedang merasa
memegang kendali penuh atas apa yang terjadi dan menikmati
setiap gerakan yang sedang dilakukannya.74
c. Ada rasa kebebasan
Saat seseorang tidak mengalami flow, seseorang biasanya
dibebani oleh banyak kekhawatiran, seperti pandangan orang
lain terhadapnya, singkatnya waktu yang dimiliki untuk
menyelesaikan suatu masalah, tidak cukup mampu untuk
menyelesaikan masalah, dan juga takut gagal. Begitu banyak
kekhawatiran yang menghantui tiap langkah dan megeruhkan
Kekhawatiran menjadi tak memiliki kuasa bagi seseorang yang
sedang mengalami flow, mereka akan merasakan kebebasan
yang luar biasa. Aktifitas yang dilakukannya begitu
mengasyikkan dan membuatnya hanyut sehingga ia tidak peduli
lagi atas hal lain yang selama ini menganggunya.75
d. Pudarnya self-counsiousness
Pudarnya self-counsiousness berkaitan erat dengan
kekhawatiran. Kekhawatiran terbesar dalam diri seseorang
adalah tentang “aku”. Saat seseorang sedang merasa cemas dan
larut dalam berbagai masalah yang yang sedang dihadapinya
maka kepercayaan dirinya akan menurun dan self-
counsiusnessnya biasanya akan meningkat. Seseorang yang
memiliki tingkat self-counsiusness tinggi, akan memiliki
kesadaran yang berlebihan tentang dirinya, di mana diri
ditempatkan secara keliru sebagai pusat dari segala sesuatu,
sehingga membuatnya semakin sensitif dan cemas pada
bagaimana diri dinilai dan dipandang orang lain.
Setiap seseorang mengalami flow, self-consiusness
memudar, dia akan merasa tidak memiliki kekhawatiran lagi
tentang dirinya sehingga dia dapat mengeksplorasi berbagai
epenuhnya, dan dapat melihat siapa dirinya yang
sesungguhnya.76
e. Distorsi dalam penghayatan waktu
Dalam aktifitas sehari – hari umumnya kita
memperhatikan berjalannya waktu, karena umumnya waktu
dinilai sebagai sesuatu yang sangat berharga. Namun, di sisi lain
dapat dikatakan pula bahwa waktu umumnya memiliki kuasa
untuk mengarahkan kita. Kita taat pada arahan tersebut dan
dengan demikian ruang gerak kita menjadi lebih sempit.
Kebanyakan dari orang adalah bagian dari hamba waktu, namun
bagi orang – orang yang sedang mengalami flow, maka mereka
akan merasa telah kehilangan kesadaran atas waktu yang telah
mereka gunakan.
Ketika mengalami flow, seseorang tak lagi begitu
memperhatikan silih bergantinya waktu. Terkadang aktifitas
yang sejatinya telah berlangsung sangat lama, namun bagi
mereka aktifitas tersebut hanya sebentar. Di saat yang
bersamaan dengan adanya atensi penuh dan mendalam, suatu
gerak yang mungkin sebenarnya sangat cepat dapat terasa seolah
berlangsung dengan gerakan yang lambat. Sehingga waktu dapat
hidup manusia yang dapat membatasi daya kreatifitas seseorang,
namun waktu akan dapat mengalir dengan harmonis sejalan
dengan gerak kitamenjadi sahabat dan bukan musuh bagi manusia, waktu bukan
hanya sebagai kotak – kotak yang digunakan untuk menertibkankemungkinan baru. Saat seseorang sudah tidak terlalu khawatir
tentang dirinya maka saat itu dia akan dapat berfungsi
kesadaran. Tapi saat seseorang mengalami flow, segala
kekhawatiran menjadi tidak penting dan tidak relevan.
