Kepemimpinan Autentik


Salah satu elemen penting dalam memperkuat pemimpin dalam upaya
memengaruhi kesejahteraan karyawan dan kesuksesan organisasi adalah
pemimpin yang mengadopsi gaya kepemimpinan autentik. Kepemimpinan
autentik (authentic leadership) adalah salah satu bentuk kepemimpinan yang
harus dimiliki oleh pemimpin untuk mempengaruhi dan memotivasi karyawan.
Kepemimpinan autentik adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi
kelompok untuk bertindak menuju pencapaian tujuan, mengingat nilai-nilai
seperti integritas, kejujuran, perlakuan yang seimbang, autentik dan hubungan
berdasarkan transparansi (Walumbwa et al., 2008).
Menurut George (2003) dalam Northouse (2013), di dalam
kepemimpinan autentik terdapat 2 pendekatan, antara lain:

  1. Pendekatan praktis
    Pendekatan praktis merupakan pendekatan yang diambil dari contoh
    kehidupan nyata, pelatihan, dan buku pengembangan. Kepemimpinan
    autentik berfokus pada karakteristik autentik dan bagaimana individu bisa
    mengembangkan karakteristik ini apabila ingin menjadi pemimpin yang
    autentik. Secara khusus, pemimpin yang autentik memiliki 5 karakteristik
    utama, antara lain:
    a. Purpose: pemimpin mengetahui jati dirinya dan memiliki hasrat
    untuk mencapai tujuan.
    b. Values: pemimpin memiliki perilaku yang kuat tentang hal yang
    benar untuk dilakukan.
    c. Relationships: pemimpin membuka dirinya untuk membangun
    keterkaitan yang dapat dipercaya dengan orang lain.
    d. Self-Discipline: pemimpin konsisten untuk bertanggung jawab
    dalam melaksanakan pekerjaan.
    e. Heart: pemimpin memiliki sikap peka terhadap kesulitan yang
    menimpa karyawan dan bersedia untuk membantu.
    Gambar 2.1 Karakteristik kepemimpinan autentik
    Sumber: Northouse (2013)
  2. Pendekatan teoretis
    Pendekatan teoretis merupakan pendekatan yang didasarkan pada temuan
    penelitian ilmu sosial. Luthans dan Avolio (2003) menggabungkan
    kepemimpinan autentik dalam kapasitas positif seorang pemimpin pada
    konteks organisasi yang sangat berkembang.
    Kepemimpinan autentik menurut Walumbwa et al. (2008) terdiri dari 4
    faktor utama, antara lain:
  3. Kesadaran diri: kesadaran pemimpin menunjukkan bahwa pemahaman
    pemimpin tentang bagaimana memperoleh makna dari dunia dan
    bagaimana proses pembuatan makna ini berkontribusi pada pandangan
    tentang diri sendiri dan dunia, dari waktu ke waktu.
  4. Transparansi relasional: para pemimpin berbagi pemikiran dan perasaan
    dengan pengikut sambil menjaga martabat yang tepat dalam konteks
    tempat kerja, jadi pengikut memahami alasan di balik keputusan
    manajemen. Transparansi relasional mengurangi ketakutan akan emosi
    yang tidak dikenal dan menumbuhkan rasa percaya.
  5. Perspektif moral yang terinternalisasi: standar etika yang tinggi, tindakan
    strategis berdasarkan standar etika internal, dan keputusan yang konsisten
    dengan nilai-nilai tersebut. Para pemimpin sejati mengejar nilai-nilai
    terbaik untuk mencegah terlibat praktik amoral secara sadar.
  6. Pemrosesan informasi yang seimbang: analisis informasi sebelum
    membuat keputusan. Pemimpin autentik meminta pandangan dan pendapat
    orang lain, dan menantang situasi yang ada.
    Selain faktor-faktor di atas, menurut Luthans dan Avolio (2003),
    terdapat faktor lain yang mempengaruhi kepemimpinan autentik, antara lain:
  7. Kapasitas psikologis yang positif: karakter psikologis positif yang
    meningkatkan kapasitas pemimpin untuk mngembangkan komponen
    kepemimpinan autentik.
  8. Interprestasi moral: kapasitas untuk membuat keputusan etis tentang
    masalah yang benar atau salah.
  9. Peristiwa hidup yang penting: kejadian yang membentuk kehidupan dan
    merangsang pertumbuhan dalam diri individu untuk menjadi pemimpin
    yang kuat. Kepemimpinan autentik sangat mengandalkan pada pemikiran
    pemimpin yang berhubungan dengan pengalaman hidup