Budaya adalah program kolektif dari pikiran yang membedakan
anggota satu kelompok atau kategori orang dari yang lain”. Budaya terdiri dari
aturan-aturan tak tertulis yang merupakan fenomena kolektif, karena dapat
ditularkan kepada individu lain yang tinggal dalam lingkungan yang sama
dimana budaya itu dipelajari (Hofstede, 2010 : 6). Budaya juga didefinisikan
sebagai nilai-nilai dasar organisasi yang merupakan ekspektasi dari perilaku
yang diinginkan yang umumnya meliputi nilai-nilai tentang apa yang pantas
dan bagaimana melakukannya, serta asumsi tentang apa yang telah dilakukan
di masa lalu. Budaya dapat dimaknai sebagai perekat dan karakteristik
organisasi yang dapat membedakan sebuah organisasi dengan organisasi yang
lain dan diteruskan kepada setiap anggota baru organisasi (Fahrudin, 2020).
Budaya organisasi memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku
individu dalam organisasi. Perusahaan yang berhasil memperoleh
produktivitas melalui orang-orangnya umumnya memiliki budaya organisasi
yang mendukung dan menghargai nilai karyawannya. Menurut definisi,
budaya itu sulit dipahami, tidak berwujud, tersirat, dan dianggap layak atau
baku. Budaya organisasi didefinisikan sebagai software mental bersama dari
orang-orang atau keyakinan bersama dalam suatu organisasi. Hal ini
merupakan pemahaman kolektif tentang bagaimana anggota organisasi
berpikir dan melakukan tugas mereka, yang membedakan satu organisasi dari
yang lain dan merupakan salah satu karakteristik sosial terpenting dari suatu
organisasi. Budaya organisasi menggambarkan sistem nilai di tempat kerja
yang berdampak pada bagaimana karyawan berpikir, bertindak dan berbeda
secara signifikan di dalam dan antar organisasi. (Nguyen, 2019) Dengan ini,
budaya organisasi memiliki hubungan positif terhadap hasil dan kinerja
tempat kerja yang diinginkan
