Definisi Servant Leadership


Kepemimpinan yang melayani adalah gaya atau model kepemimpinan yang
dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh masyarakat
atau bangsa (Greenleaf, 1998). Servant leader cenderung menempatkan kebutuhan,
kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya sendiri
(Pawar, A., Sudan, K., Satini, & Sunarsi, 2020). Pemimpin yang memiliki orientasi
pada pelayanan yang baik, cara pandangnya holistik dan beroperasi dengan standar
moral spiritual (Eva, N., Robin, M., Sendjaya, S., Dierendonck, D.V., Liden, 2019).
Pemimpin harus melayani orang lain dan fakta sederhana ini (Greenleaf,
1998). Kepemimpinan yang melayani dimulai dengan perasaan alami bahwa orang
ingin melayani, melayani terlebih dahulu, kemudian keputusan sadar ini mendorong
seseorang untuk mau memimpin (Rachmawati, A.W., Lantu, 2014). Perbedaan ini
diwujudkan dalam kepedulian pelayan, yang pertama memastikan bahwa yang
terpenting bagi orang lain adalah pelayanan (Bavik, A., Bavik, Y.L., Tang, 2017).
Servant Leadership adalah pemahaman dan praktik kepemimpinan yang
mendahulukan kepentingan pengikut di atas kepentingan pribadi pemimpin
(Handoyo, 2010).
Menurut (Khan, M.M., Mubarik, M.S., Islam, 2021) servant leadership
kepemimpinan yang melayani adalah pendekatan kepemimpinan berdasarkan nilai-
nilai moral dan etika yang kuat yang membutuhkan dan menuntut pemimpin yang
memahami dan memperhatikan, mendukung dan memastikan kebutuhan
bawahannya agar mereka menjadi lebih sehat, lebih bijak, lebih bebas dan lebih
mandiri untuk menjadi pemimpin yang melayani. Menurut (Akbar & Nurhidayati,
2018) mengatakan bahwa pemimpin yang melayani pada dasarnya
mengembangkan sikap individu di sekitarnya, dengan harapan mereka akan
memiliki sikap yang sama untuk melayani orang lain dengan baik. Kepemimpinan
yang melayani dipilih sebagai model kepemimpinan dengan keinginan untuk
melayani dan keinginan untuk mengorbankan kepentingan seseorang untuk
kepentingan orang lain.